Katajari.com – Mengejutkan, jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kota Banjarbaru yang dijuluki sebagai kota pendidikan ternyata cukup tinggi. Sebab, dari data yang ada di Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru per 2024 ini ada 1200 anak lebih berstatus ATS.
Pjs Wali Kota Banjarbaru Hj Nurlianie Dardie pun menegaskan kondisi tersebut tentu saja tidak bisa dianggap ringan.
“Ini tantangan yang harus kita hadapi bersama-sama. Untuk itu sangat diperlukan kolaborasi pemerintah, sekolah, masyarakat dan orang tua. Intinya, Ini sangat sangat penting, semua stakeholder harus berkoordinasi,” ujar Bunda Nunung, sapaan Nurliani Dardie
Dikonfirmasi usai membuka Rakor Program Percepatan Penanganan ATS dan Anak Putus Sekolah (APS) Tahun 2024, di Aula Widyatama Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Selasa (10/08/2024), ia menerangkan lebih lanjut.
“Tadi saya dijelaskan untuk menangani permasalahan tersebut, ujar Bunda Nunung, Pemko Banjarbaru telah mempersiapkan sejumlah program strategis. Seperti, identifikasi dan pendataan ATS dan APS langsung di lapangan, intervensi sosial dan ekonomi.
“Kami optimis melalui langkah-langkah yang akan aktif tersebut, angka ATS dapat ditekan. Dan seluruh anak di Banjarbaru dapat mengenyam pendidikan yang layak, sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik sesuai dengan slogannya Banjarbaru Kota Pendidikan,” katanya.
Senada dengan itu Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Banjarbaru Dedi Sutoyo tidak membantah perihal data tersebut. namun menurut dia, angka itu belumlah valid.
“Saat ini kami tengah melakukan validasi data di lapangan. Salah satunya kami mengidentifikasi ada data yang seharusnya sudah tak lagi masuk usia anak sekolah masih tercatat. Nanti kita lihat, apakah angkanya akan bertambah atau berkurang setelah validasinya selesai,” paparnya. (kjc)