Katajari.com– Kinerja Pokja di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kabupaten Banjar dalam menentukan pemenang tender sebuah proyek dipertanyakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar.
Pasalnya, belakangan banyak kontraktor yang memenangkan tender dianggap selalu mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan proyek sesuai waktu yang ada di kontrak kerja.
Hal itu terungkap pada saat rapat evaluasi unsur pimpinan DPRD Kabupaten Banjar Bersama perangkat daerah Kabupaten Banjar yang digelar di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Banjar, Sabtu (7/2/2026).
“Ini tim Pokja kerjanya bagaimana dalam menentukan pemenang tender? Banyak yang bermasalah,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora.
Dengan banyaknya permasalahan dalam pengerjaan proyek belakangan ini, Irwan Bora meragukan kualitas dari Tim Pokja pasalnya dalam mekanisme menentukan pemenang ini, semua Tim Pokja tidak melibatkan instansi terkait.
“Kesannya dinas yang memiliki proyek ini seperti beli kucing dalam karung. Karena jika bermasalah, dinas ini lah yang pusing,” ungkapnya.
Politisi Partai Gerindra itu sangat menyayangkan adanya proyek-proyek besar yang mengalami keterlambatan bahkan permasalahan.
“Karena proyek Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) dan pembangunan Rumah Sakit Tipe D ini merupakan proyek strategis daerah dan tentu manfaatnya sangat ditunggu oleh masyarakat,” katanya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah mengatakan, pihaknya tetap melakukan pemeliharaan terhadap Taman CBS.
Bersepakat, untuk meminta kontraktor agar lebih cepat dalam melakukan perbaikan, agar apa yang diharapkan masyarakat dapat terpenuhi.
“Sebelum rapat ini juga, kita sudah meminta kepada kepala dinas untuk melakukan evaluasi. Dan bisa kita lihat sudah ada kemajuan terhadap kondisi Taman CBS,” ujarnya.
Mengenai adanya direktur perusahaan yang memenangkan tender berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO), Ikhwansyah mengaku ini merupakan catatan penting untuk kawan-kawan yang ada di Badan PBJ, agar ke depannya hal seperti ini tidak lagi terulang.
“Untuk ke depannya, sesuai yang disampaikan teman-teman DPR tadi, agar lebih berhati-hati. Dan in menjadi catatan penting untuk PBJ” pungkasnya. (kjc)
















