Katajari.com – Beberapa kontraktor di Kabupaten Banjar tak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai tepat waktu atau terjadi keterlambatan.
Contohnya, proyek strategis daerah seperti rehabilitasi Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) dan pematangan lahan Rumah Sakit Tipe D di wilayah Gambut, Kabupaten Banjar, sama-sama mengalami keterlambatan.
Belakangan terungkap pekerjaan lainnya bahkan lebih parah dari kedua proyek besar tersebut, yakni perusahaan yang memenangkan lelang namun tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja.
Hal itu terjadi pada proyek Peningkatan Kualitas PSU Perumahan Berkat Pesona 4 Jalan Muhibin RT 009, Kelurahan Sekumpul, dengan nilai kontrak Rp586.600.000,00 dari total pagu anggaran Rp715 juta pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar.
Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar Ahmad Bayhaqie, membenarkan bahwa proyek Peningkatan Kualitas PSU Perumahan Berkat Pesona 4 Jalan Muhibin RT 009, Kelurahan Sekumpul, dengan nilai kontrak Rp586.600.000,00 dari total pagu anggaran Rp715 juta itu tidak dapat diselesaikan oleh kontraktor dari CV Berigas Jaya Utama.
“Mereka hanya mampu menyelesaikan 18 persen dari proses pekerjaan, dan kami membayarkan sesuai dengan persentase pekerjaan yang selesai,” ujar Ahmad Bayhaqie saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (9/2/2026).
Adapun alasan tidak selesainya pekerjaan tersebut, lanjut Bayhaqie, ada beberapa faktor, salah satunya cuaca.
“Namun apa pun itu, kami berpedoman pada kontrak yang sudah disepakati dan ditandatangani. Kesimpulannya, perusahaan tersebut kami blacklist,” ungkapnya.
Sedangkan untuk penentuan pemenang lelang di Badan Pengadaan Barang dan Jasa, kata Bayhaqie, semua itu sepenuhnya menjadi wewenang mereka.
“Dari dinas tidak ada andil untuk menentukan siapa atau perusahaan mana yang menang lelang tender proyek,” katanya.
Ia menambahkan, karena proyek tersebut tidak dapat diselesaikan, maka pihaknya akan kembali memprogramkan lanjutan proyek tersebut.
“Kami programkan lagi di perubahan. Karena kemarin dana yang tidak terpakai kita jadikan silpa,” pungkasnya. (kjc)
























