Katajari.com – Donor darah adalah kegiatan yang memberikan sederet manfaat kesehatan. Kepala Unit Pengelola Darah Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru dr Budi Setiawan Sp PK memaparkan perihal manfaat dnor darah bagi pendonor maupun penerima.
Beberapa manfaat donor darah mulai dari meningkatkan produksi sel darah merah hingga menjaga kesehatan jantung.
Donor darah adalah aksi sederhana yang memberi manfaat besar. Bagi penerima, darah yang didonorkan dapat membantu proses pengobatan dan menyelamatkan nyawa.
Sementara bagi pendonor, donor darah juga baik untuk kesehatan sekaligus menjadi bentuk kepedulian nyata untuk membantu sesama.
Adapun manfaat donor darah bagi pendonor dan penerima, di antaranya stabilkan tekanan darah.
Penelitian berjudul Cardiovascular risk in 159 934 frequent blood donors while addressing the healthy donor effect, yang terbit pada BMJ Journal menemukan, meneliti 160.000 wanita yang mendonorkan darahnya secara rutin selama lebih dari 10 tahun.
Menurut hasil studi di atas, donor darah menawarkan efek perlindungan jangka panjang terhadap penyakit kardiovaskular. Namun, efek ini hanya terlihat pada wanita dan bukan pada pria.
Donor darah bukan berarti bisa mengurang kadar darah yang kamu punya. Justru, kegiatan ini bisa meningkatkan produksi sel darah merah. Setelah melakukannya, sel darah memang akan berkurang.
Namun, sumsum tulang belakang akan segera memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang hilang. Proses ini akan memakan waktu beberapa minggu.
Dengan kata lain, seseorang yang mendonorkan darahnya secara teratur, tubuhnya akan menstimulasi pembentukan darah baru yang segar. Proses ini bisa membuat kamu menjadi lebih sehat.
Melancarkan aliran darah menjadi stabil hingga mencegah penyumbatan arteri. Rajin mendonorkan darah kira-kira mampu menurunkan risiko serangan jantung hingga 88 persen.
Tak hanya itu, mendonorkan darah juga bisa meminimalkan risiko kanker, stroke, dan serangan jantung. Menariknya lagi, manfaat donor darah juga bisa membuat kadar zat besi dalam darah jadi stabil.
“Dengan tutin melakukan donor darah maka dapat mendeteksi penyakit menular,” ucap dokter Budi.
Donor darah adalah kegiatan sukarela di mana seseorang memberikan sebagian kecil darahnya untuk keperluan medis. Proses ini dilakukan di bank darah atau pusat donor darah.
Donor darah berperan penting dalam memastikan ketersediaan darah yang cukup dan aman di bank darah, sehingga dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan.
Selain beberapa poin di atas, donor darah juga dapat memberikan manfaat lainnya, seperti:
- Memaksimalkan kapasitas organ paru-paru.
- Meningkatkan kinerja organ ginjal dalam membuang limbah.
- Meningkatkan kesehatan psikologis atau mental.
- Membantu melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh.
- Meningkatkan volume darah dalam paru-paru.
- Menurunkan zat seng berlebihan di dalam darah.
- Menghilangkan kaku di pundak.
- Mengetahui lebih lanjut tentang tipe darah seseorang.
Syarat Melakukan Donor Darah
Selain melewati berbagai prosedur, donor darah juga memiliki persyaratan tersendiri. Ini beberapa di antaranya:
- Pendonor minimal harus berusia 17 tahun dan maksimal 70 tahun.
- Memiliki berat badan minimalnya adalah 45 kg.
- Memiliki tekanan darah sistole di bawah 180 dan diastole di bawah 100. Angka ini untuk orang dengan tekanan darah yang cenderung tinggi.
- Tekanan darah sistole/diastole yang aman sekitar 90/50 bagi pengidap darah rendah.
- Memiliki kadar hemoglobin yang normal. Jumlahnya berkisar 12.5–17 gram (g) of hemoglobin per deciliter (dL), dan tidak lebih dari 20 grams (g) of hemoglobin per deciliter (dL).
- Wanita tidak boleh mendonorkan darah selama periode menstruasi.
- Tidak mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar, tidak merokok, dan menghindari perilaku berisiko tinggi yang dapat mengkontaminasi darah.
- Tidak memiliki riwayat menggunakan jarum suntik secara bersamaan.
- Menunggu sekitar 8 minggu atau lebih sebelum mendonorkan darah lagi.
- Tidak mengidap flu, pilek, sakit tenggorokan, gastroenteritis, atau penyakit infeksi lainnya.
- Tidak menggunakan narkoba atau obat-obatan yang mengontaminasi darah.
- Bukan pengidap penyakit hepatitis B, sifilis, dan HIV.
Pendonor Menunda Mendonorkan Darah
- Demam dan influenza: tunda 1 minggu setelah sembuh.
- Cabut gigi: tunggu 5 hari usai sembuh.
- Operasi kecil: tunda 6 bulan.
- Operasi besar: tunda satu tahun.
- Setelah menerima transfusi: tunda 1 tahun.
- Melakukan tato, tindik, tusuk jarum dan transplantasi: tunggu 1 tahun.
- Ibu menyusui: tunggu 3 bulan setelah berhenti menyusui.
- Sembuh dari malaria: tunda 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria.
- Telah berkunjung ke daerah endemis malaria: tunda 1 tahun.
- Tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun: tunggu 3 tahun setelah ke luar dari daerah tersebut.
- Sembuh dari tipus: tunda 6 bulan setelah sembuh.
- Usai menerima vaksin: tunggu 8 bulan setelahnya.
- Mengalami alergi: tunggu 1 minggu setelah sembuh.
- Infeksi kulit: tunda 1 minggu setelah sembuh.
Efek Samping Donor Darah
Penting untuk diketahui bahwa sebagian besar efek samping ini umumnya ringan, bersifat sementara, dan mudah diatasi.
Memahami apa saja efek samping ini dapat membantu pendonor mempersiapkan diri dan meredakan kecemasan.
Pusing, Kepala Ringan, atau Mual
Setelah mendonorkan darah, volume darah dalam tubuh sedikit menurun.
Penurunan ini dapat menyebabkan tekanan darah sementara turun, memicu sensasi pusing, kepala terasa ringan, atau bahkan sedikit mual. Kondisi ini biasanya akan membaik setelah pendonor beristirahat, mengonsumsi makanan ringan, dan minum cairan yang cukup.
Rasa lelah atau lemas dapat muncul beberapa jam hingga satu atau dua hari setelah donor darah. Tubuh bekerja untuk mengganti volume darah yang hilang, yang membutuhkan energi. Istirahat yang cukup sangat dianjurkan untuk membantu proses pemulihan ini.
Memar atau Nyeri di Bekas Suntikan. Area kulit di sekitar bekas jarum suntikan mungkin akan sedikit memar, bengkak ringan, atau terasa sakit selama 1 hingga 2 hari. Ini adalah reaksi normal akibat proses penusukan jarum dan biasanya tidak memerlukan penanganan khusus. Mengompres dingin area tersebut dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan.
Reaksi Alergi Ringan di Area Suntikan. Beberapa orang mungkin mengalami iritasi ringan atau reaksi alergi terhadap antiseptik yang digunakan untuk membersihkan kulit atau terhadap lem pada perban. Reaksi ini sangat jarang terjadi dan biasanya hanya berupa kemerahan atau gatal di area suntikan.
Perdarahan Ringan dari Bekas Suntikan
Kadang-kadang, sedikit perdarahan dapat terjadi setelah perban atau plester dilepas dari area suntikan. Ini biasanya berhenti dengan memberikan tekanan lembut pada area tersebut dan mengangkat lengan ke atas selama beberapa menit. Pastikan perban tetap terpasang setidaknya selama beberapa jam setelah donor.
Cara Mencegah dan Mengurangi Efek Samping Donor Darah
Persiapan yang baik dan perawatan setelah donor dapat secara signifikan mengurangi risiko efek samping.
- Cukup istirahat: Pastikan tidur minimal 7-8 jam pada malam sebelum donor.
- Makan cukup: Konsumsi makanan sehat dan bergizi sebelum donor, hindari datang dengan perut kosong.
- Hidrasi optimal: Minum banyak cairan (air putih, jus) 24 jam sebelum donor, setidaknya 500 ml air sebelum berangkat ke pusat donor. Hindari minuman berkafein atau beralkohol.
- Informasi kesehatan jujur: Beri tahu petugas medis tentang riwayat kesehatan, obat-obatan yang diminum, dan perjalanan terakhir.
Selama Proses Donor Darah
- Tetap rileks: Cobalah untuk tetap tenang. Kecemasan dapat memicu reaksi vasovagal. Beri tahu petugas jika merasa tidak nyaman.
- Lakukan teknik relaksasi: Bernapas dalam-dalam atau mengalihkan perhatian dapat membantu.
Perawatan Setelah Donor Darah
- Istirahat cukup: Duduk atau berbaringlah setidaknya 10-15 menit setelah donor. Hindari aktivitas fisik berat selama 24 jam pertama.
- Minum banyak cairan: Lanjutkan minum air putih atau minuman non-alkohol lainnya untuk membantu mengembalikan volume cairan tubuh.
- Konsumsi makanan bergizi: Perbanyak asupan makanan kaya zat besi seperti daging merah, bayam, kacang-kacangan, dan sereal yang difortifikasi.
- Jaga area suntikan: Biarkan plester atau perban terpasang selama beberapa jam. Hindari mengangkat beban berat dengan lengan yang digunakan untuk donor.
- Hindari alkohol dan merokok: Batasi konsumsi alkohol dan hindari merokok setidaknya beberapa jam setelah donor.
- Jangan terburu-buru: Hindari berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring untuk mencegah pusing.
(kjc)
























