Banyak orang tak menyangka stroke dini menyerang secara tiba-tiba kepada siapa saja, muda tua, pria wanita. Kerap kali salah arti dianggap keluhan gejala ringan. Dan, hipertensi menjadi penyebab utama.
HAIRIYADI, Pimpinan Umum
PADAHAL mengenali tanda-tandanya sejak awal sangat penting, agar penanganan medis bisa dilakukan secepat mungkin dan risiko kerusakan otak dapat diminimalkan.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, bisa karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga mulai rusak hanya dalam hitungan menit.
Meskipun sering dianggap sebagai penyakit lansia, faktanya stroke kini semakin banyak menyerang usia muda.
Gaya hidup tidak sehat, stres kronis, dan penyakit penyerta yang tidak terkontrol menjadi faktor pemicu utama munculnya ciri-ciri stroke pada usia muda.
Dalam beberapa tahun terakhir, angka kejadian stroke pada usia muda meningkat secara signifikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Berdasarkan data World Stroke Organization (WSO), sekitar 15–20% kasus stroke terjadi pada individu berusia di bawah 45 tahun.
Bukan berada di atas usia 50 tahun sudah terbebas.
Justru usia ini perlu diwaspadai dan semakin dijaga kesehatannya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa stroke bisa menyerang siapa saja.
Terutama mereka yang memiliki kebiasaan merokok, jarang berolahraga, konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, atau memiliki tekanan darah tinggi.
Sebelum kita berbicara cara pengobatan medis dan non medis. Mengutip dari alodokter.com disebutkan gejala atau ciri -ciri serangan stroke dini, ialah
1. Mendadak sulit berbicara atau bicara pelo.
Kesulitan berbicara adalah salah satu ciri-ciri stroke pada usia muda yang paling sering muncul.
Penderitanya mungkin tiba-tiba tidak mampu mengucapkan kata dengan jelas, berbicara pelo, atau tidak memahami percakapan di sekitarnya.
Hal ini terjadi karena area otak yang mengatur kemampuan bahasa (area Broca dan Wernicke) terganggu akibat penurunan suplai darah.
Jika tidak segera ditangani, kemampuan berbicara bisa menurun secara permanen.
2. Wajah mencong atau asimetri secara tiba-tiba.
Salah satu tanda klasik stroke adalah wajah mencong atau salah satu sisi wajah tampak turun.
Cara sederhana mendeteksinya adalah dengan meminta penderita tersenyum, jika satu sisi wajah tidak ikut terangkat, bisa jadi itu pertanda stroke.
Gejala ini disebabkan oleh kelemahan otot wajah akibat kerusakan pada saraf motorik di otak.
Pemeriksaan sederhana ini bahkan digunakan tenaga medis dalam metode BEFAST (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time) untuk mendeteksi stroke secara cepat.
3. Tiba-tiba mati rasa atau lemas pada satu sisi tubuh.
Lengan atau kaki yang mendadak lemas, sulit digerakkan, atau terasa kesemutan juga termasuk ciri-ciri stroke pada usia muda yang harus diwaspadai.
Kondisi ini menunjukkan adanya gangguan di bagian otak yang mengendalikan sisi tubuh tertentu.
Menariknya, gejala ini sering dianggap “pegal biasa” oleh orang muda, sehingga sering kali diabaikan.
Padahal, deteksi dini dan tindakan cepat sangat menentukan keberhasilan pemulihan.
4. Gangguan penglihatan mendadak
Stroke juga dapat memengaruhi bagian otak yang mengatur penglihatan. Akibatnya, penderita bisa mengalami penglihatan kabur, ganda, atau kehilangan penglihatan mendadak pada satu atau kedua mata.
Gangguan ini dapat bersifat sementara atau permanen, tergantung tingkat kerusakan otak. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami perubahan mendadak pada penglihatan, segeralah periksa ke IGD.
5. Sakit kepala hebat tiba-tiba tanpa sebab jelas
Sakit kepala hebat yang datang mendadak dan tidak biasa, sering kali disertai mual, muntah, atau gangguan penglihatan, bisa menjadi tanda adanya stroke hemoragik akibat pecahnya pembuluh darah otak.
Rasa nyeri yang muncul biasanya digambarkan sebagai “sakit kepala paling parah dalam hidKondisi ini termasuk darurat medis yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah pembengkakan otak atau perdarahan lebih luas.
6. Sulit berjalan, kehilangan keseimbangan, atau koordinasi
Bila seseorang mendadak kehilangan keseimbangan, mudah terjatuh, atau sulit mengontrol gerakan.
Dengan kata lain gejala stroke dini dapat diliat dan dilihat jika seseorang mengalami, antara lain:
B (Balance): Kehilangan keseimbangan atau pusing hebat secara mendadak.
E (Eyes): Gangguan penglihatan atau pandangan kabur/buta mendadak pada salah satu atau kedua mata.
F (Face): Wajah terlihat tidak simetris, terkulai, atau mencong ke salah satu sisi.
A (Arms): Salah satu lengan terasa lemas, mati rasa, atau jatuh ketika diangkat.
S (Speech): Bicara pelo, cadel, atau kesulitan memahami perkataan orang lain.
T (Time): Waktu sangat penting; segera hubungi layanan darurat atau bawa pasien ke rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas CT scan atau MRI.
Nah, deteksi dini stroke dapat dikenali metode balance eyes fast face arm speech time atau Befast.
Agar penanganan medis segera dilakukan dengan merujuk pasien ke rumah sakit terdekat dalam kurun waktu EMAS antara 3 jam_4,5 jam pertama. (bersambung)











