Beragam cara penanganan sakit stroke dini dengan terapi herbal dalam pengobatan non medis. Media air daun bakung adalah alternatifnya.
HAIRIYADI, Pimpinan Umum
DAUN Bakung atau Crinum asiaticum banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia.
Selain sebagai tanaman hias, daun bakung juga kerap digunakan sebagai herbal, pengobatan tradisional.
Daun Bakung termasuk tanaman beracun dan sangat berbahaya jika digunakan sembarangan, apalagi jika tertelan.
Daun Bakung dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang kerap digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan, mulai dari luka hingga nyeri.
Namun, sebelum Anda menggunakannya, penting untuk memahami manfaat daun Bakung dan cara aman menggunakannya dan mengetahui cara penggunaan yang benar.
Merangkum alodokter.com menyebutkan, daun Bakung hanya boleh digunakan secara topikal atau dioleskan pada kulit, bukan untuk dikonsumsi atau digunakan pada luka terbuka.
Jangan pernah menelan daun Bakung, karena bisa menyebabkan efek samping yang berbahaya, seperti mual, muntah, gangguan pencernaan, hingga kerusakan saraf.
Hindari penggunaan pada luka terbuka atau bernanah, karena dapat memperparah kondisi kulit dan meningkatkan risiko infeksi.

Jangan memberikan daun Bakung pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.
Di dalam cara pengobatan stroke dini, maka daun Bakung terlebih dulu direbus kolaborasi laos, serai, dan daun limau.
Juga tak ketinggalan rempah yang digunakan daun salam,jahe, dan kencur.
Setelah air mendidih lalu dicampur air dingin secukupnya sehingga menjadi air hangat.
Barulah, air tadi dapat dimanfaatkan untuk mandi-mandi sampai habis.
Digunakan setiap anda mandi dua kali sehari, pagi dan sore hari.
Begitulah yang anda lakukan sebagai pasien stroke dini dengan bimbingan ahlinya dan sampai yakin bahwa kondisi anda sembuh.
Tentu saja, obat sesuai resep jangan lupa dikonsumsi dan lulur serai seperti telah diceritakan sebelumnya.
Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT, atas kesembuhannya.
Kemudian, keluarga, perawat terbaik, tim medis, Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby, Habib Umar Alie Bahasyim, Irwan Bora, Habib Abu Bakar Bahasyim, dan semua sahabat yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas doa dan dukungannya. (Selesai)














