Katajari.com – Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Ahmad Sarwani memberikan masukan kepada pemerintah daerah supaya cepat melaksanakan tanggap darurat bencana banjir dengan menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT), agar bantuan cepat diterima masyarakat korban terdampak banjir.
Penggunaan dana BTT ini, kata dia, karena jumlah masyarakat korban terdampak banjir di Kalimantan Selatan semakin bertambah. Sedangkan bantuan yang disalurkan oleh pemerintah daerah sangat terbatas.
Terkait hal itu, Anggota DPRD Provinsi Kalsel dari Fraksi NasDem, Ahmad Sarwani kembai menegaskan agar pemerintah daerah mengeluarkan tanggap darurat, di antaranya dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBD/APBB, yaitu Belanja Tak Terduga atau BTT.
“Kita di DPRD Provinsi Kalsel sudah membahasnya dan saya sarankan agar Pemrov Kalsel menggunakan BTT untuk membantu masyarakat korban terdampak banjir segera terbantu,” jelas Ahmad Sarwani, Rabu (7/1/2025).
Dengan dana dari BTT, beber anggota DPRD Kalsel dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Banjar ini, maka bantuan dalam skala yang lebih besar dan masif bisa dilakukan.
“Misalnya menyalurkan sembako, mendirikan pos pengungsian, hingga membuat dapur umum,” katanya.
Kita, sambung dia, perlu bergerak cepat untuk membantu korban banjir agar tidak menimbulkan semakin banyak korban.
Berikut adalah ringkasan data dampak banjir per 6-7 Januari 2026 yang didapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar
1. Wilayah Terdampak Paling Parah: Kabupaten Banjar
Kabupaten Banjar merupakan wilayah dengan dampak paling signifikan. Akibat situasi yang terus meluas, pemerintah daerah telah memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana Banjir hingga 12 Januari 2026.
Warga Terdampak: Sekitar 122.353 jiwa (43.469 Kepala Keluarga).
Cakupan Wilayah: 121 desa/kelurahan di 9 hingga 10 kecamatan (termasuk Martapura, Sungai Tabuk, dan Martapura Barat).
Infrastruktur: Lebih dari 22.991 rumah terendam.
Sektor Pertanian: Sekitar 3.451 hektare lahan sawah dan kebun terendam, yang memicu kekhawatiran gagal panen. (kjc)


