Katajari.com – Ratusan warga dari berbagai desa di Kecamatan Martapura mulai memenuhi tempat pengungsian yang disediakan Pemerintah Kabupaten Banjar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar atau Aula KH Kasyful Anwar di Desa Bincau Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, Rabu (7/1/2026).
Warga yang rata-rata berusia anak-anak dan lansia ini menempati berbagai sudut ruang dan ruang utama Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.
Sebagian warga dengan mata pencaharian merangkai bunga tampak masih bisa beraktivitas membawa pekerjaannya ke lokasi pengungsian.
Bidan Desa Bincau, Ahdiah yang biasa dipanggil mama Arif yang terlihat berada di antara para warga pengungsian mengemukakan, anak-anak berusia balita dan juga para lansia sudah dievakuasi di tempatkan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.
“Alhamdulillah, kami ada menerima bantuan popok untuk bayi dan lansia. Ada dua lansia yang sakit stroke,” katanya.
Adapun jumlah warga terdampak banjir yang mengungsi di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar sekitar 157 orang. Mereka di antaranya berasal dari Desa Bincau, Bincau Muara, Tangkas, Murung Kenanga.
Sudah sekitar sepuluh hari warga terdampak banjir yang menempati aula utama Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar tersebut.
Sedangkan keluhan rata-rata dirasakan para pengungsi antara lain sakit kaki karena lama terendam air, batuk dan pilek.
Namun, warga cepat ditangani karena tenaga kesehatan tersedia dan rutin menjenguk seperti dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banjar.
Sementara, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Mahriansyah yang dikonfirmasi mengatakan, lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten banjar merupakan kerja sama Dinas Pendiikan Kabupaten Banjar dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Banjar.
“Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar ini bisa menampung sekitar 200 orang,” imbuh Mahri, sapaan Mahriansyah.
Jumlah warga yang berada di pengungsian, khususnya aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar ini sifatnya dinamis. Kalau sebelumnya hanya berjumlah sekitar 50 orang sekarang bertambah di atas 150 orang. (kjc)
























