Katajari.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar mulai melakukan Penyusunan Analisis Data Perencanaan Pembangunan, Rabu (15/5/2024) di aula Bauntung Bappedalitbang Kabupaten Banjar di Martapura.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi (PPE) Mujahid mewakili Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar membuka sekaligus memimpin kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Analisis Data Perencanaan Pembangunan.
Dengan materi paparan Analisis Kondisi Ekonomi Global, Nasional dan Kalsel oleh narasumber kolaborasi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Banjar.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi (PPE) Mujahid didampingi Kasubbid Data dan Informasi Diah Ayu Yulianawati,dihadiri Kabid, Kasubbid, Kasubbag Sekretariat beserta staf Bappedalitbang Kabupaten Banjar.
Mujahid menyampaikan maksud diselenggarakan acara ini, kita ingin hasil analisa dari narasumber Badan Pusat Statistik terhadap indikator makro.
Selain itu minta saran dan masukannya terhadap target yang telah ditetapkan pada perencanaan ditahun 2024.
“Data BPS merupakan sumber data pendorong yang bisa dipertanggungjawabkan terhadap Perencanaan Pembangunan dalam pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Banjar semoga dapat memperkaya khasanah dalam penyusunan dokumen perencanaan,” ujar Mujahid.
Dipaparan awal narasumber Ahmadi Murzani dari BPS Kalsel memaparkan tentang sosial yaitu Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Pembangunan Gender, Indeks Pemberdayaan Gender serta Kemiskinan dan Kesenjangan.
“Trend IPM mulai tahun 2023 kita sudah mulai menggunakan satu dimensi kesehatan dari tiga dimensi IPM yaitu Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan,” paparnya.
Untuk kesehatan sudah memakai data sensus terbaru yaitu 2020, oleh karena itu angkanya dicasting sampai tahun 2020 atau dihitung ulang hanya untuk dimensi kesehatan.
“Ternyata imbasnya diperingkat Kalimantan Selatan dimana di tahun 2023 sudah berubah, awalnya di peringkat 20 menjadi peringkat 12 secara nasional, jadi ada perbaikan yang nyata di Kalsel pada bidang kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu Monica Raina dari BPS Kabupaten Banjar, juga turut memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi secara nasional ekonomi sejumlah mitra dagang Indonesia tumbuh ditengah pertumbuhan ekonomi global yang stabil.
“Kalimantan Selatan berkontribusi terhadap 1,23% total ekonomi 34 provinsi pada triwulan I 2024, untuk Kabupaten Banjar berkontribusi terhadap 8,48% total ekonomi 13 kabupaten kota di Kalsel” ungkapnya.
Sektor industri secara nasional berkontribusi terhadap 19,28% total PDB pada triwulan I 2024 dan menjadi tertinggi di antara 17 lapangan usaha.
Sektor industri Provinsi Kalsel berkontribusi terhadap 11,40% total PDRB pada triwulan I 2024 dan menjadi tertinggi kedua di antara 17 lapangan usaha.
“Sektor industri Kabupaten Banjar berkontribusi terhadap 5,95% total PDRB pada tahun 2023 dan menjadi tertinggi keenam di antara 17 lapangan usah”papar Monica.
Pada tahun 2023 Kabupaten Banjar mencatat PDRB per kapita sebesar 38,27 juta rupiah/orang/tahun, dengan capaian ini maka menempatkan Kabupaten Banjar di posisi 10 diantara 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalsel. (kjc)