Katajari.com – Daerah Operasional (Daops) Manggala Agni Kalimantan V/Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) Mekanik Peralatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kamis (9/6/2022) di aula Daops Mangala Agni Kalimantan V/Banjar di Mandiangin Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Kalsel.
Bimtek terlaksana secara zoom meeting Dibuka resmi oleh Direktur Pengendalian Karhutla KLHK Ir R Basar Manullang MM, dengan dihadiri Direktur Pengendalian Karhutla, Renata, Kepala Balai PPIKHLWilayah Kalimantan, Yopi Handoko, perwakilan Koordinator Daops Manggala Agni Kalimantan Selatan, Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan V/Banjar, Ibnu, dan para peserta Bimtek.
Basar Manullang mengatakan, Bimtek memiliki manfaat dengan menjadikan pelajaran Karhutla masif dan besar tahun 2015 terbakarnya 2,6 juta Ha supaya tidak terulang lagi.

Mengenai pengendalian Karhutla ini sudah sangat jelas adanya dua hal disampaikan Presiden Joko Widodo, ialah slealu ke depankan upaya cegah Karhutla, tingkatkan sinergi para pihak dalam berperan serta menangani Karhutla.
Caranya, Persiapan dan antisipasi Karhutla, cepat respon informasi Kahuta, terukur dalam pengendalian Karhutla.
“Segara tangani dan minimalisir dampak Karhutla agar tidak masif. Sesuai arahan Jokowi, kecepatan respon merupakan aspek penting,” katanya.
Bimtek Mekanik Peralatan Pengendalian Karhutla, kata dia, adalah alternatif mempersiapkan personil pengendalian Karhutla yang siap pakai di tengah keterbatasan peralatan.
Bimtek Mekanik Peralatan Pengendalian Karhutla merupakan kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan International Tropical Timber Organization (ITTO), organisasi antar pemerintah yang mendorong konservasi sumber daya hutan tropis.
Di sisi lain, Panitia Pelaksana, Tian Partiani mengatakan kegiatan Bimtek menunjukkan komitmen ITTO dalam upaya penanganan Karhutla, khususnya di daerah tropis di Indonesia.
Termasuk kegiatan pengelolaan, pemanfaatan, perdagangannya secasra berkelanjutan.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, dampak Karhutla, baik secara langsung maupun tidak langsung sangat mengancam keberadaan dan keberlangsungan sumber daya hutan tropis,” bebernya.
Bimtek adalah salah satu bentuk upaya pencegahan Karhutla melalui penbuatan kapasitas teknik dan manajemen para pihak terkait di tingkat nasional dan provinsi sasaran, dalam penyiapan kebutuhan personil dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pemeliharaan dan perbaikan peralatan pengendalian Karhutla.

“Lebih khusus untuk mendukung operasional di pondok kerja Daops Manggala Agni,” ungkap dia.
Bimtek sehari ini mencakup substansi materi teori dan aspek praktikal, berkaitan pemeliharaan dan perbaikan peralatan pengendali Karhutla.
Jadi, ada tiga output pelaksanaan Bimtek, yaitu implementasi praktik pengelolaan pengendalian Karhutla, penguatan kapasitas manajemen, kolaborasi dalam pencegahan Karhutla di antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.
“Kegiatan Bimtek dilaksanakan secara serentak di tiga provinsi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan,” ucap Tian, koordinator kegiatan Bimtek Kerjasama KLHK – ITTO PP-A/56-340-1.