Katajari.com – Lebih memperkenalkan batu permata sebagai ciri khas Kalimantan Selatan (Kalsel) terutama batu intan Cempaka, Nafa Gift of Borneo hadir di kawasan gerai UMKM Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.
Batu intan khas pendulangan Cempaka memang sudah terkenal mendunia namun untuk menjaga dan merawat kelangsungan nama Cempaka sebagai penghasil batu intan permata tetap lestari atau tidak hilang tergerus zaman, Nafa Gift of Borneo (group The Zamrud Gallery) adalah generasi penerus yang patut diacungkan jempol.
Berada di deretan gerai di kawasan bandara kebanggaan Kalsel tentu terobosan brilian memiliki peluang pangsa pasar tersendiri, tidak hanya sisi marketing dengan berada di tengah penumpang dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, tapi juga mempopulerkan batu permata yang istimewa di mata nasional dan internasional.
Apalagi, tamu dari luar Kalsel tak akan lengkap tanpa membawa pulang kenang-kenangan atau oleh-oleh berupa batu permata dan cinderamata.
Berbagai jenis batu mulia dan perhiasan berlian sampai batu akik yang diolah tradisional, bisa ditemui dan dibeli di Nafa Gift of Borneo di lantai 2 ruang keberangkatan penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
“Kami mengapresiasi kehadiran Nafa Gift of Borneo. Mudah-mudahan ini menjadi kebanggaan kita semua khususnya warga Kalimantan Selatan,” ucap Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin, waktu itu ketika meresmikan outlet Nafa Gift of Borneo.

Aditya sangat mendukung keberadaan UMKM lokal, outlet Nafa Gift of Borneo ini karena selain lokasi strategis juga memberikan waktu dan kesempatan bagi para penumpang atau wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mampir membeli cinderamata khas banua.
Di sisi lain, Nafa Gift of Borneo dikelola oleh talenta dan pengusaha muda, Nadhilah, Nailah, dan M.Nadzmi.
Nadhilah mengatakan kalau produk-produk batu mulia yang dijual di galerinya ini lebih mengedepankan Berlian Banjar tradisional, dengan menampilkan perhiasan bagi semua kalangan termasuk milenial.
“Untuk harga berliannya sendiri kita sudah tentukan standar. Tidak ada perbedaan harga, semua hampir sama seperi yang dijual di pasar,” kata Nadhillah.
Istimewanya, Nafa Gift of Borneo ini memiliki workshop dan penambang intan sendiri, berikut para pengrajin tradisionalnya. (kjc)