Katajari.com – Pembangunan jembatan di kawasan Jalan SMA 3, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, dikerjakan dan diselesaikan ditahun 2024.
Pekerjaan ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru.
Pagu anggaran pembangunan jembatan ini sebesar Rp1 miliar.
Namun menjadi pertanyaan berada di tengah kawasan padang sunyi, jauh dari permukiman warga, sehingga substansi pembangunan jembatan patut dipertanyakan.
Bahkan, berdasarkan pemantauan di lokasi belum lama tadi, ternyata kawasan tersebut memang benar-benar sunyi.
Malahan hingga satu jam ke depan berada di lokasi, tak satu pun warga melintas di jembatan.
Ada dugaan pembangunan jembatan dikerjakan CV Tiga Jaya Group ini bukan murni berdasarkan aspirasi masyarakat ikut mencuat.
Ditambah lagi, dari penelusuran di lokasi, tak jauh dari jembatan yang dibangun, diduga adalah lahan milik orang dekat pejabat tinggi di Balai Kota Banjarbaru saat itu.
‘Tanah milik Adistya Bersaudara luas kurang lebih 4 Hektare”, tertulis pada papan nama di wilayah setempat di lokasi tersebut.
Dikonfirmasi awak media terkait hal itu belum lama tadi, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru, Adi Maulana menepis pandangan bahwa di tempat itu sunyi.
Ia juga menyebutkan, pembangunan jembatan berdasarkan aspirasi masyarakat.
Adi memperlihatkan adanya proposal dan tanda tangan warga setempat.
“Proposalnya ada, ditandatangani lurah dan perwakilan warga,” kata Adi Maulana ditemui awak media, Kamis (15/1/2026).
Dari proposal tadi, kata Adi Maulana, diketahui jembatan putus.
“Jembatan putus, warga tidak dapat melintas. Karena itu kami bangunkan jembatan. Sebelumnya, jembatan hanya terbuat dari batang kayu kelapa,” ujarnya. (kjc)
























