Banjar  

Pemerintahan Desa Sungai Lakum Kucurkan Dana Desa Untuk Bidang Pertanian

Pambakal Sungai Lakum Zainul Aqli saat gelaran talkshow Chating Manis di Radio Suara Banjar, Rabu (9/10/2024) pagi. (Foto: DKISP Kabupaten Banjar/katajari.com)

Katajari.com Pemerintah Desa Sungai Lakum Kecamatan Kertak Hanyar kucurkan sejumlah dana desa untuk pembelian 2 unit traktor.

Traktor tersebut rencananya akan dioperasikan oleh Poktan pada musim tanam tahun ini guna mendukung kelompok tani dalam mengolah sawahnya.

“56 juta rupiah untuk pembelian satu unit traktor, insyaallah tahun ini mulai dipakai dan mereka bekerja tidak lagi seperti cara yang dulu,” ucapnya.

Hal tersebut diungkapkan Pambakal Sungai Lakum Zainul Aqli saat gelaran talkshow Chating Manis di Radio Suara Banjar, Rabu (9/10/2024) pagi.

Meski sudah memiliki 2 unit traktor bukan berarti semua permasalahn beres. Tetapi masih ada beberapa kendala  dihadapi seperti langkanya pupuk di pasaran, mesin panen yang masih sewa sampai tidak adanya saluran irigasi guna pengairan.

Dikatakan Zainul sebelumnya pihaknya juga telah mengajukan permintaan akan traktor tersebut sebanyak 5 unit kepada Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, namun hingga kini belum terealisasi.

Kader Digital Desa Sungai Lakum M Rizqy Ramadhani mengatakan, rencana ke depan akan menggelar pelatihan bagi poktan untuk bertani ke arah modern dengan pemanfaatan teknologi dan meninggalkan cara tradisional.

“Terkait pengajuan bantuan ke dinas saya dan duta digital akan mengawalnya, biar bisa lebih cepat,” ucapnya.

Sementara terkait tugas untuk melakukan pembenahan pada kelemahan-kelemahan di desa sesuai arahan kementerian desa, dirinya sampaikan terima kasih kepada pambakal yang telah memberikan supportnya.

Kelemahan dimaksud menurutnya adalah kurang melek digitalnya warga karena faktor usia dan  kesibukan sebagai petani.

“Kami juga diberi ruang khusus komunitas desa cerdas oleh pambakal,” ujarnya.

Terkait kelangkaan pupuk yang dialami petani, Duta Digital Kabupaten Banjar Akhmad Yunani mengatakan, bisa disiasati dengan membuat pupuk kompos lebih dulu sebelum pupuk yang diinginkan tersedia.

“Limbah-limbah dari sampah bisa dibikin kompos dulu,” terangnya.

Lebih jauh dikatakan, duta dan kader digital harus saling support, saling berdiskusi, tukar pikiran terkait permasalahan yang ada di desa.

“Dengan ruang khusus kominitas kami siap mendampingi, memberi pelajaran, kami bantu sebisa mungkin,” tutupnya. (kjc)

Tinggalkan Balasan