Banjar  

Perbaikan Jalan Gunung Ulin Karena Tambang, Bidang Bina Marga: Harus Duduk Bersama Dulu!

Sekda Kabupaten Banjar Yudi Andrea. (Foto: katajari.com)

Katajari.com  Kerusakan jalan di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar hingga kini belum ada tindakan apapun dari pihak pemerintah.

Padahal, jalan yang sudah beberapa kali mengalami longsor tersebut merupakan jalur penting bagi beberapa desa yang rutin setiap hari digunakan oleh masyarakat dalam beraktivitas seperti bekerja, maupun anak-anak sekolah.

Longsornya jalan Desa Gunung Ulin diduga kuat akibat aktivitas tambang batu bara. Hal itu diperkuat dengan adanya lubang galian yang sangat besar di samping jalan Desa Gunung Ulin tersebut.

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, Jimmy saat dikonfirmasi mengakui, bahwa jalan itu merupakan jalan Kabupaten. Pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Desa Gunung Ulin 2 tahun silam.

“Intinya, secara kewenangan kami, saat itu agak sulit melakukan penanganan kalau belum ada kesepakatan antara pihak yang beraktivitas di sana,” katanya, Selasa (20/1/2026).

Ternyata ada kejadian akhir tahun kemarin, sambung dia, namun tetap pada prinsip seperti 2 tahun silam, harus ada kesepakatan terlebih dahulu.

Menurutnya, jika dilakukan perbaikan tanpa ada kesepakatan oleh pihak-pihak yang beraktivitas di kawasan tersebut, ditakutkan akan terjadi lagi seperti longsor. Maka itu akan membuat pemborosan anggaran.

“Jadi lebih baik duduk sama-sama dulu, selesaikan cari kesepakatan solusi terbaik. Baru kami lakukan penanganan,” ucapnya.

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, Jimmy. (Foto: katajari.com)

Selain itu menurut Jimmy, pihaknya juga sudah membuat telaahan, dan sudah diserahkan ke unsur pimpinan seperti Sekda dan Bupati Banjar.

“Kita masih menunggu jadwal Sekda untuk untuk melakukan kordinasi dengan semua pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Banjar Yudi Andrea mengaku akan mendalami lagi terkait dugaan adanya aktivitas tambang batu bara yang membuat akses warga menjadi rusak karena longsor.

“Nanti kita akan konfirmasi lagi, jika memang ada kerugian negara,” ujarnya.

Sekda Banjar juga mengakui, sebelumnya ada usulan dari pemerintah desa untuk dilakukan perbaikan terhadap jalan Desa Gunung Ulin.

Namun, karena adanya aktivitas pertambangan yang dilaporkan Kepala Desa ke Pemkab Banjar, maka ada pertimbangan tersendiri jika perbaikan itu dilakukan.

“Ternyata benar ada kejadian kemarin, yaitu tanah longsor. Nah informasinya yang sampai ke saya kemarin hanya sebatas itu,” ungkapnya.

Ia juga menyebut, dari pihak Forkopimcam Mataraman bersama pihak penambang sudah ada tindakan, di mana kemarin saat kejadian di lokasi ada pihak-pihak dari kepolisian.

Diketahui, longsornya akses jalan ini merupakan akumulasi dari kerusakan yang terpantau sejak akhir tahun 2025.

Aktivitas pengerukan batu bara yang terlalu dekat dengan badan jalan dituding menjadi penyebab utama tergerusnya stabilitas tanah di kawasan tersebut. (kjc)