Banjar  

Talkshow Halo Polisi di Radio Suara Banjar, Wilkum Simpang Empat Kondusif

Kanit Binmas Polsek Simpang Empat Aipda Khamdi didampingi Panit Intel Aipda Yayat saat gelaran talkshow Halo Polisi, di Radio Suara Banjar, Kamis (6/4/2023) siang di Martapura. (Foto: Kominfo Kabupaten Banjar/katajari.com)

Katajari.com Hingga pertengahan bulan suci Ramadan 1444 H, kondisi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di wilayah hukum Simpang Empat Kabupaten Banjar  Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berlangsung kondusif.

Tidak ada kasus menonjol mengarah pada tindak pidana yang dapat mengganggu kelancaran masyarakat untuk beribadah.

Hal ini diungkapkan Kanit Binmas Polsek Simpang Empat Aipda Khamdi didampingi Panit Intel Aipda Yayat saat gelaran talkshow Halo Polisi, di Radio Suara Banjar, Kamis (6/4/2023) siang di Martapura.

Dikatakan Khamdi, pihaknya selalu menggelar patroli pada lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadinya tindak pidana, baik melalui razia gabungan sikat intan, maupun patroli rutin yang dilakukan oleh personel.

Khamdi menyebut lokasi yang dianggap rawan tersebut adalah warung malam, banyak kerumunan warga.

Dibulan suci Ramadan aktivitas warung tersebut berlangsung sebagaimana biasanya, hanya saja jumlah pengunjung agak berkurang jika dibandingkan dengan bulan lainnya.

“Tidak ada pembatasan jam operasi, karena sama-sama mencari rezeki, cuma tetap harus menjaga keamanan dan ketertiban. Di Jalan Ahmad Yani dari Cabi sampai Sungkai Baru jumlahnya sekitar 8 hingga 10 warung yang ramai pengunjung,” ucapnya.

Panit Intel Aipda Yayat menambahkan, prioritas razia dilakukan pada warung malam karena tidak sedikit tindak pidana yang terjadi berawal dari sana, terutama kepada para pengunjungnya.

Razia meliputi identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), penggeledahan sekitar warung dan badan pengunjung hingga surat menyurat kendaraan yang digunakan.

“Alhamdulillah tidak ditemukan apa-apa, tidak ada yang mabuk-mabukan dan sebagainya,” ujarnya.

Selain warung malam, razia juga dilakukan pada obyek vital lainnya seperti jalan hauling tambang yang kerap dijadikan tempat nongkrong sekelompok anak muda, harus dibubarkan karena berpotensi melakukan tindak pidana.

Pemilik warung diimbau untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban, sementara kepada para pengunjung diharapkan jangan melakukan hal-hal yang membuat situasi menjadi tidak aman.

Seperti mabuk mabukan dengan minuman keras, membawa senjata tajam dan mengkonsumsi narkoba.

“Kondisi kamtibmas di wilayah hukum Simpang Empat kondusif,” katanya. (kjc)

Tinggalkan Balasan