Katajari.com – Mahasiswa Universitas Borneo Lestari (UNBL) bersama Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Ratu Zalecha Martapura menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan, Kamis (5/3/2026) di ruang tunggu poliklinik rawat jalan.
Kegiatan penyuluhan kesehatan disampaikan oleh mahasiswa UNBL mengenai cara penggunaan obat khusus bagi pasien dan keluarga pasien.
Peserta diberikan edukasi mengenai berbagai jenis obat dengan cara penggunaan khusus, seperti inhaler, suppositoria, insulin, salep mata, tetes mata, tetes telinga, hingga semprot hidung.
Para pemateri menjelaskan bahwa penggunaan obat-obatan tertentu memerlukan teknik yang benar agar obat dapat bekerja secara optimal serta menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah penggunaan inhaler seperti berotec, symbicort, spiriva, dan seretide yang harus digunakan dengan teknik pernapasan yang tepat.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai cara penyuntikan insulin, penggunaan suppositoria, serta teknik yang benar dalam menggunakan salep dan tetes mata.
Dalam sesi edukasi tersebut, peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan serta memperhatikan langkah-langkah penggunaan obat yang dipaparkan secara langsung.
Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami oleh pasien dan keluarga yang sedang menunggu pelayanan di poliklinik.
Ketua Tim PKRS RSUD Ratu Zalecha, Dwi Retmasushanty Arsini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait penggunaan obat yang benar.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dengan mahasiswa Universitas Borneo Lestari dalam kegiatan edukasi ini,” katanya.
Banyak obat yang memerlukan cara penggunaan khusus, sehingga melalui penyuluhan ini diharapkan pasien dan keluarga dapat memahami cara penggunaan obat dengan benar agar terapi yang diberikan dapat bekerja secara maksimal.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan edukasi kesehatan di ruang tunggu poliklinik merupakan salah satu strategi PKRS untuk memanfaatkan waktu tunggu pasien menjadi momen pembelajaran kesehatan yang bermanfaat.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya mengikuti petunjuk penggunaan obat sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Sehingga pengobatan yang dijalani dapat memberikan hasil yang optimal serta mendukung proses penyembuhan pasien. (kjc)
























