Banjar  

Warga Kabupaten Banjar Mulai Penggalangan Dana Bencana Banjir

Penggalangan dana bencana banjir di antaranya seperti di Jalan A Yani Km39 Martapura, Sabtu (10/1/2026) siang. (Foto: katajari.com)

Katajari.com – Beberapa titik mulai terlihat para warga Kabupaten Banjar mulai melakukan penggalangan dana bencana banjir.

Kondisi ini tampak di antaranya seperti di perempatan Jalan A Yani Km38 Sekumpul Martapura, dan depan Jalan A Yani Km39 Martapura, Sabtu (10/1/2026) siang.

Mereka berada di perempatan traffic light Sekumpul dari empat arah, yakni Jalan A Yani, jalan Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura, dan Jalan Sekumpul Martapura.

Sekda Kabupaten Banjar H Yudi Andrea yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memperbolehkan kegiatan penggalangan bantuan dana untuk korban terdampak banjir.

Memang secara aturan, kata dia, diperbolehkan untuk melakukan sumbangan dan lain sebagainya, namun tadi di dalam pelaksanaan di lapangan yang harus diatur.

“Dipersilakan, asalkan aktivitasnya tidak mengganggu ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas,” katanya, Sabtu (10/1/2026) di aula mini Barakat Martapura.

Sekda Banjar Yudi Andrea (kiri) didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha, Sabtu (10/1/2026) di aula mini Barakat Martapura. (Foto: katajari.com)

Terhadap kegiatan yang dilakukan tersebut, pihaknya juga telah menyampaikan dan mendorong Satpol Pamong Praja Kabupaten Banjar untuk menertibkan, supata ditata lebih baik lagi.

Contohnya, penggalangan dana bantuan korban terdampak banjir di kawasan Kecamatan Mataraman, yang sempat ramai.

Selanjutnya, Camat Mataraman berkoordinasi polsek setempat untuk dikondisikan kegiatannya supaya tertib pelaksanaannya.

“Ditata lebih baik lagi, agar tidak merugikan dan mengganggu orang banyak,” imbuh Yudi Andrea, yang tampak didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar Wasis Nugraha.

Pertama kali status tanggap darurat, pihaknya membuka surat edaran supaya masyarakat bisa berpartisipasi, bukan tidak mampu tetapi bersama bergotong-royong.

“Kalau tidak dibuka tentu fasilitasi agak tersendat jadinya. Sebab, dengan dasar itu masyarakat bisa membantu masyarakat lain yang terdampak bencana banjir,” terangnya. (kjc)