Waspada! Kabut Asap Akibat Karhutla di Landasan Ulin

Panti lansia Budi Sejahtera Landasan Ulin turut terkena asap karhutla. (Foto: Kominfo Kalsel/katajari.com)

Kepala PPRSLU Budi Sejahtera, Hairun Nisa, mengatakan kondisi kabut asap cenderung semakin terasa pada pagi dan sore hari.

Pihaknya pun melakukan sejumlah langkah antisipasi agar para klien, khususnya lansia, tidak terlalu banyak terpapar asap.

“Kami mengantisipasi untuk kesehatan klien agar tidak terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan,” ujar Hairun Nisa, Banjarbaru, Kamis (8/10/2026).

Ia menjelaskan, para klien diarahkan untuk lebih banyak beraktivitas dan berada di dalam wisma.

Mereka hanya diperbolehkan keluar apabila terdapat keperluan yang mendesak atau kegiatan yang memang mengharuskan berada di luar ruangan.

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, PPRSLU Budi Sejahtera juga menyediakan masker bagi para klien.

Masker tersebut digunakan terutama ketika mereka harus keluar dari wisma maupun mengikuti kegiatan di luar ruangan.

Menurut Hairun Nisa, paparan kabut asap juga mulai berdampak terhadap sejumlah klien yang memiliki penyakit bawaan, terutama asma.

Kondisi kabut asap dapat memicu munculnya gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan menyebabkan penyakit bawaan mereka kambuh.

“Untuk gejala ISPA bagi klien yang memang mempunyai penyakit bawaan seperti asma, ini semakin menambah dan menyebabkan penyakit mereka kambuh,” jelasnya.

Meski demikian, pihak panti memastikan kondisi para klien masih dapat ditangani di lingkungan panti.

PPRSLU Budi Sejahtera tetap menyiagakan layanan pengobatan melalui klinik yang tersedia, serta mendapatkan kunjungan dokter secara rutin satu kali dalam seminggu.

Hairun Nisa menegaskan, hingga saat ini belum ada klien yang mengalami kondisi cukup parah hingga harus dirujuk ke rumah sakit.

Penanganan terhadap keluhan kesehatan yang muncul masih dapat dilakukan oleh petugas kesehatan di lingkungan panti.

“Untuk yang dibawa ke rumah sakit atau dirujuk ke rumah sakit belum ada. Masih bisa kami tangani di sini,” katanya.

Tidak hanya klien, aktivitas para pegawai panti juga turut disesuaikan dengan kondisi kabut asap.

Kegiatan apel tetap dilaksanakan apabila kondisi udara masih memungkinkan.

Namun, jika kabut asap dinilai sudah terlalu pekat, kegiatan apel ditiadakan sebagai langkah perlindungan kesehatan.

“Kalau memang kabutnya tidak terlalu parah, kami tetap melaksanakan apel. Kalau sudah parah sekali, kami tidak melaksanakan apel dan semua diminta untuk memakai masker,” pungkasnya.

PPRSLU Budi Sejahtera terus memantau perkembangan kondisi kabut asap di sekitar kawasan panti.

Langkah pembatasan aktivitas luar ruangan, penggunaan masker, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta pemantauan kondisi klien menjadi bagian dari upaya memastikan para lansia tetap terlindungi selama kualitas udara terdampak kabut asap. (Kominfo Kalsel/kjc)