Katajari.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar terus mendorong pemberdayaan lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif melalui program Sekolah Lansia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui prosesi Wisuda Sekolah Lansia Standar 1 (S1) yang digelar di Guest House Sultan Sulaiman Martapura, Kamis (15/10/2026) pagi.
Sebanyak 60 lansia dari sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar mengikuti prosesi wisuda setelah menyelesaikan program pembelajaran.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan program pembinaan dan pemberdayaan lansia di daerah.
Sekretaris Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami, yang mewakili kepala dinas, menjelaskan bahwa 60 peserta yang diwisuda berasal dari Kecamatan Martapura, Martapura Timur, dan Martapura Barat.
Selain itu, terdapat pula perwakilan Sekolah Lansia dari Kecamatan Karang Intan. Hingga saat ini, Kabupaten Banjar tercatat telah memiliki 14 Sekolah Lansia yang beroperasi.
“Sebanyak 10 Sekolah Lansia dibentuk dari kelompok Aisyiyah, sedangkan empat lainnya merupakan binaan Dinsos P3AP2KB. Seluruhnya telah terintegrasi dalam pendataan resmi kabupaten,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Hj Salinah, mengatakan program Sekolah Lansia bertujuan mewujudkan lansia yang SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.
Menurutnya, Sekolah Lansia tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi para lansia untuk menambah pengetahuan.
Mengembangkan keterampilan, menjaga kesehatan, serta tetap berinteraksi dan beraktivitas di tengah masyarakat.
Selama tiga bulan pembelajaran, peserta mendapatkan beragam materi yang berkaitan dengan kebutuhan dan kesejahteraan lansia.
Kegiatan dilaksanakan melalui pertemuan rutin pada April, Juni, dan Agustus.
Materi yang diberikan meliputi kesehatan dan gizi, keagamaan, serta kemandirian.
Para peserta juga dibekali keterampilan kreatif, di antaranya membuat kerajinan anyaman rotan.
Untuk mendukung kebugaran sekaligus memberikan suasana belajar yang menyenangkan, kegiatan Sekolah Lansia turut diisi dengan senam dan rekreasi ke Kebun Raya Banua.
Salinah menegaskan, program tersebut akan terus dikembangkan agar semakin banyak lansia di Kabupaten Banjar memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran serupa.
Ke depan, Dinsos P3AP2KB juga berencana meningkatkan jenjang pembelajaran Sekolah Lansia ke Standar 2 sebagai upaya memperluas manfaat program sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan bagi kelompok lanjut usia.
Ia berharap, melalui program tersebut, para lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, bahagia, dan tetap memiliki kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga para lansia ini menjadi lansia yang SMART sehingga tidak menjadi beban bagi keluarganya, serta tetap bisa melakukan aktivitas ringan dan bahagia di rumah,” pungkasnya. (kjc)
























