Katajari.com – Sebanyak 32 wartawan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan LXXI yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Selatan.
UKW berlangsung selama dua hari, 8-9 Agustus 2026, bertempat di Aula Pemerintah Kota Banjarmasin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen SMSI dalam mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme wartawan, khususnya di tengah perkembangan media digital yang semakin dinamis.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan Sabtu (8/8/2026). Para peserta berasal dari sejumlah daerah di Kalselteng dan mengikuti serangkaian ujian berdasarkan jenjang kompetensi yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan UKW melibatkan tim penguji dari Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) FIKOM Universitas Prof. Dr. Moestopo.
Peserta diuji melalui berbagai tugas jurnalistik, mulai dari menggali informasi, melakukan wawancara, mengolah data, menulis berita, melakukan verifikasi, hingga memahami kode etik dan aturan hukum yang berkaitan dengan pers.
Ketua Panitia UKW SMSI Kalsel 2026, Nanang Tri Hadisaputra, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap pelaksanaan UKW Angkatan ke-71.
Menurut Nanang, dukungan tersebut menjadi energi positif bagi panitia dan peserta dalam menyukseskan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi wartawan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan UKW SMSI Angkatan ke-71. Dukungan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan,” ujar Nanang.
Ia mengatakan, UKW bukan sekadar agenda untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Lebih dari itu, proses pengujian menjadi momentum bagi wartawan untuk mengukur kembali kemampuan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap standar profesi jurnalistik.
Nanang berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti UKW dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari.
“Harapan kami, setelah mengikuti UKW ini, para peserta tidak berhenti pada status kompeten. Kompetensi tersebut harus diwujudkan melalui karya jurnalistik yang berkualitas, akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua SMSI Kalsel, Drs. Anang Fadillah, mengatakan peningkatan kompetensi wartawan menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kualitas pemberitaan.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media siber membuat wartawan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, kemampuan menulis saja tidak cukup untuk menjalankan profesi jurnalistik.
“Wartawan tidak hanya dituntut mampu menghasilkan berita, tetapi juga harus memahami etika jurnalistik, melakukan verifikasi informasi, serta menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Anang.
Ia berharap UKW dapat menjadi sarana bagi wartawan untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Pemerintah Kota Banjarmasin turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan UKW SMSI Kalsel.
Wali Kota Banjarmasin HM Yamin melalui Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap UKW mampu menghasilkan wartawan yang tidak hanya cakap dalam menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Mudah-mudahan dengan adanya UKW ini bisa mencetak insan pers yang profesional, berkarakter, dan juga berintegritas,” ujar Ichrom.
Ia menilai media mempunyai peran besar dalam membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai persoalan, mulai dari kebijakan pemerintah, pembangunan, ekonomi, sosial, olahraga hingga isu-isu yang sedang berkembang.
Untuk itu, hubungan antara pemerintah dan media dinilai perlu dibangun melalui komunikasi dan kolaborasi yang sehat.
Menurut Ichrom, kerja sama tersebut penting agar berbagai informasi mengenai program dan pembangunan pemerintah dapat diketahui masyarakat secara luas, sekaligus membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan publik.
“Selalu ada dilakukan, baik kolaborasi antarpemerintah maupun antara pemerintah dengan media. Kolaborasi ini sangat diperlukan,” katanya.
Wakil Ketua Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Universitas Prof. Dr. Moestopo, Retno Intani ZA, menjelaskan bahwa pelaksanaan UKW memiliki standar yang sama karena materi uji mengacu pada ketentuan Dewan Pers.
Ia mengatakan Dewan Pers telah menetapkan modul yang menjadi acuan bagi seluruh LUKW dalam melaksanakan uji kompetensi wartawan.
“Materi untuk UKW itu sudah ditentukan oleh Dewan Pers. Dewan Pers membuat modul yang dipakai oleh semua LUKW untuk menyelenggarakan uji kompetensi. Jadi pada dasarnya sama,” jelas Retno.
Meski demikian, menurutnya, materi yang disampaikan penguji tetap dapat dikaitkan dengan perkembangan dunia jurnalistik dan persoalan aktual yang terjadi di lapangan.
Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi situasi jurnalistik yang nyata.
Retno menambahkan, hal yang membedakan pelaksanaan UKW antar-LUKW bukan pada standar kompetensinya, melainkan pada pola penyampaian materi, metode penguji dalam membimbing peserta, serta cara mengaitkan materi dengan perkembangan isu terkini.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai tahapan pengujian untuk mengukur kemampuan teknis sekaligus pemahaman terhadap etika dan hukum pers.
UKW SMSI Kalsel Angkatan LXXI mengangkat tema “Wartawan Kompeten, Pers Bermartabat, Bangsa Berdaulat.”
Tema tersebut menjadi penegasan bahwa peningkatan kompetensi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan berita, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral wartawan dalam menjaga akurasi, independensi, keberimbangan, dan kepercayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, SMSI Kalsel berharap semakin banyak wartawan di wilayah Kalselteng yang memiliki kompetensi profesional dan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (SMSI Kalsel/kjc)
























