Indeks Pembangunan Manusia di Kota Banjarbaru Tertinggi se Indonesia

(Desain: katajari.com)

Katajari.com – Tanggal 20 April 2026 menjadi tonggak sejarah Kota Banjarbaru sudah berusia 27 tahun. Tanggal itu pula ini menjadi perayaan hari jadi pertama Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby (ELH) dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono (Pak War).

Mengusung visi Banjarbaru EMAS (Elok Maju Adil Sejahtera), sejumlah program kerja pembangunan yang menjadi prioritas dibuat mengacu pada janji politik ELH – Pak War telah dilaksanakan, dan sudah pula menuai hasil.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan di satu daerah, Kota Banjarbaru tak tergoyahkan di urutan pertama se-Kalimantan Selatan.

Data pada Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kota Banjarbaru, nilai IPM Kota Banjarbaru sebesar 82,20.

Nilai IPM ini di atas IPM Provinsi Kalimantan Selatan, sebesar 76,10 dan di atas IPM Nasional sebesar 75,90.

Ini menjadikan sejarah baru kalau IPM Kota Banjarbaru juga menjadi yang tertinggi tidak hanya di Kalimantan Selatan tetapi se-Indonesia.

Hari Jadi ke 27 Kota Banjarbaru tanggal 20 April 2026. (Desain: katajari.com)

Dalam pembangunan satu daerah, IPM terbentuk dari empat komponen.

Yakni Angka Rata-rata Lama Sekolah, Angka Harapan Lama Sekolah, Pengeluaran per Kapita, dan Angka Harapan Hidup.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah ukuran perbandingan dari harapan hidup, mele huruf, pendidikan, dan standar hidup.

IPM digunakan untuk menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Di Kota Banjarbaru, Angka Rata-rata Lama Sekolah 11,07 tahun dan Angka Harapan Lama Sekolah 14,87 tahun dengan pengeluaran per kapita masyarakatnya sebesar Rp15.361 juta.

Sedangkan Angka Harapan Hidup 75,44 tahun.

Juga di atas angka rata-rata provinsi dan nasional adalah Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Kota Banjarbaru mengalami peningkatan.

Pada 2025 tercatat LPE Kota Banjarbaru sebesar 6,49.

Nah, angka ini lebih tinggi bila dibandingkan LPE Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 5,22 dan LPE Nasional sebesar 5,11.

Sektor transportasi dan pergudangan menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDRB) Kota Banjarbaru, 29,72 persen.

Bidang konstruksi menjadi penyumbang PDRB terbesar kedua sebesar 13,36 persen, dan sektor perdagangan di urutan ketiga sebesar 10,77 persen.

Apalagi?

Angka yang juga naik pada 2025 di Kota Banjarbaru adalah Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 83,36 persen.

Kalau tahun sebelumnya, Indeks Reformasi Birokrasi Kota Banjarbaru sebesar 80,58 persen.

Kenaikan itu membuat Kota Banjarbaru mengantongi nilai A pencapaian reformasi birokrasi.

Yang juga terderek naik pada 2025 adalah nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), sebesar 69,91.

Tahun sebelumnya, nilai SAKIP Kota Banjarbaru sebesar 66,83.

Sejumlah sektor mengalami kenaikan, tapi tidak demikian dengan angka kemiskinan.

Di Kota Banjarbaru, angka kemiskinan pada 2025 justru turun dibanding tahun sebelumnya.

Data diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru, angka kemiskinan di Kota Banjarbaru sebesar 4,75 persen dari total jumlah penduduk.

Tahun sebelumnya, angka kemiskinan sebesar 4,93.

Sama halnya angka kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Banjarbaru juga turun pada 2025, yakni 4,75 persen.

Tahun sebelumnya, TPT Kota Banjarbaru sebesar 4,93 persen. (kjc)