Kabut Asap Mereda di Tabalong dan Sekolah Berangsur Normal

Sejumlah sekolah mulai kembali melaksanakan pembelajaran normal. (Foto: Kominfo Tabalong/katajari..com)
Katajari.com – Kabut asap di Tabalong mulai mereda, seiring membaiknya kualitas udara.
Sejumlah sekolah mulai kembali melaksanakan pembelajaran normal, meski sebagian lainnya masih menerapkan tatap muka terbatas.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU Tabalong pada 29 Oktober 2026 siang tercatat di angka 106.

Angka ini jauh turun dari pekan sebelumnya yang sempat mencapai 4000.

Kondisi ini pun dimanfaatkan sejumlah sekolah untuk kembali melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

Di SD Negeri 3 Belimbing Raya, pembelajaran kini kembali berlangsung normal, setelah sebelumnya menerapkan pembelajaran jarak jauh dan tatap muka terbatas akibat kabut asap.

Kepala SDN 3 Belimbing Raya, Lisa, berharap kondisi udara Tabalong dapat semakin membaik sehingga pembelajaran tatap muka bisa berlangsung lebih lama.

“Harapan karena beberapa bulan sudah kita tidak belajar normal dan diharapkan jangan lagi ada kabut, jangan ada lagi pembakaran seperti ini saja, alhamdulillah kan soalnya pembelajarannya sangat terganggu kalau PTM terbatas dan PJJ ini,” tutur Lisa, Kepala SDN 3 Belimbing Raya.

Berbeda dengan SDN 3 Belimbing Raya, SMP Negeri 2 Tanjung masih menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas hingga pukul 13.00 WITA.

Kepala SMPN 2 Tanjung, Hairani, menyebut pihak sekolah masih memantau perkembangan kualitas udara dan menunggu edaran lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Tabalong, sebelum kembali melaksanakan pembelajaran normal.

“Harapannya mudah-mudahan Senin depan nanti ya sudah PTM normal, hantu asap sudah pergi. Soalnya ini kami Jumat Sabtu ada Acara Perjusami di sekolah, Minggu tadi kan tertunda karena ISPU sampai 4000. Nah, mudah-mudahan yang ini tidak ada lagi tuh hantu asap datang,” kata Hairani, Kepala SMPN 2 Tanjung.

Pihak sekolah berharap kualitas udara terus membaik, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal, dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan siswa. (kominfotabalong/kjc)