Kendati Gagal Panen Karena Kemarau, Beras di Tabalong Dinyatakan Aman

Panen gagal tetapi ketersediaan beras di Tabalong aman. (Foto: Kominfo Tabalong/katajari.com)
Katajari.com – Musim kemarau ekstrem menyebabkan ratusan hektare lahan padi di Kabupaten Tabalong mengalami gagal panen.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan ketersediaan beras masih dinyatakan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Tabalong.

Hingga September 2026, sekitar 800 hektare lahan padi dilaporkan mengalami gagal panen.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Tabalong, luas lahan yang terdampak tersebut merupakan bagian dari total lahan padi di Tabalong yang mencapai 9 ribu hektare.

Meski menghadapi dampak kekeringan, Kepala DKP3 Tabalong, Fahrul Raji, memastikan ketersediaan beras di daerah masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Memang dari musim kemarau yang ekstrem ini di pertanian kena dampaknya.

Nah, dampaknya itu adalah berkaitan dengan sumber air yang akan mengering.

Akhirnya itu bisa terdampak kepada benih padi.

Dari data sampai saat ini yang terkena dampak itu ada sekitar 800-an hektare.

Tetapi itu masih alhamdulillah, artinya Tabalong masih aman saja karena dari neraca pangan masih tahan sekitar 34 hari.

“Jadi posisi kita untuk beras itu alhamdulillah kita masih aman,” ujar Fahrul Raji, Kepala DKP3 Tabalong.

Fahrul menambahkan, untuk menekan risiko gagal panen, DKP3 Tabalong melakukan langkah mitigasi dengan mengacu pada prediksi BMKG terkait musim kemarau dan fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung cukup lama.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu mendorong petani mempercepat masa tanam, serta menerapkan gerakan PMAS atau Pertanian Modern Advanced Agricultural System.

Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak kekeringan terhadap tanaman padi, sekaligus menjaga produksi dan ketersediaan beras di Kabupaten Tabalong agar tetap terjaga. (kominfotabalong/kjc)