Katajari.com – Keberhasilan Pangeran Khairul Saleh mencapai gelar di bidang hukum, Sarjana Hukum (SH), buah pencapaian akademis proses panjang.
Meluangkan waktu di tengah berbagai tanggung jawab dan kesibukan, bukanlah hal yang mudah.
Kebahagiaan atas pencapaian tersebut dibagikan dalam sebuah acara syukuran sederhana di kediamannya, Jalan Ramin 1A, Pemurus Dalam, Banjarmasin, Kamis malam (5/11/2026).
Keluarga, kerabat, alim ulama, dan masyarakat sekitar hadir dalam suasana penuh keakraban untuk turut mendoakan dan menyampaikan ucapan selamat.
Bagi Pangeran Khairul Saleh, gelar baru ini merupakan bagian dari perjalanan akademis yang ditempuh di tengah kesibukannya sebagai anggota Komisi XIII DPR RI, bolak balik Banjarmasin dan Jakarta.
Ia menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sultan Adam Banjarmasin setelah menjalani masa studi sekitar empat tahun.
Pilihan bidang hukum juga memiliki relevansi dengan aktivitasnya di lembaga legislatif.
Dalam penyusunan skripsi, ia mengangkat penelitian mengenai kewenangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam mengoreksi hasil Pemilihan Umum Legislatif.
Penelitian tersebut dipertahankan dalam sidang skripsi pada Senin (26/1/2026), di Ruang Skripsi STIH Sultan Adam.
Sidang dipimpin Prof. Dr. H.M. Hadin Muhjad, S.H. Dari hasil ujian, Pangeran Khairul Saleh memperoleh nilai 90 dengan predikat memuaskan.
Pencapaian ini menambah rekam jejak pendidikan yang sebelumnya telah ditempuhnya.
Ia merupakan lulusan Sarjana Teknik Sipil Universitas Lambung Mangkurat pada 1989 dan Magister Manajemen STIE IPWI Jakarta pada 1998.
Dengan gelar Sarjana Hukum, perjalanan akademisnya kini mencakup tiga disiplin ilmu: teknik sipil, manajemen, dan hukum.
Ketiganya memiliki ruang keilmuan yang berbeda.
Namun, dalam kehidupan publik dan penyelenggaraan pemerintahan, berbagai disiplin ilmu kerap beririsan.
Pemahaman terhadap persoalan teknis, manajerial, maupun hukum menjadi bagian dari cakrawala pengetahuan yang dapat terus dikembangkan.
Syukuran yang berlangsung malam itu tidak dikemas sebagai perayaan besar.
Kehadiran keluarga, kerabat, para ulama, dan masyarakat menjadi ruang untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memanjatkan doa atas capaian tersebut.
“Ada pesan yang dapat dibaca dari perjalanan akademis ini, pendidikan bukan semata-mata tahapan yang harus diselesaikan pada usia tertentu,” katanya.
Ia merupakan proses yang dapat terus berlangsung seiring pengalaman dan tanggung jawab kehidupan.
Gelar Sarjana Hukum yang diraih Pangeran Khairul Saleh menjadi babak baru dalam perjalanan pendidikannya.
Sebuah pencapaian yang tidak hanya menambah kualifikasi akademis, tetapi juga memperluas bekal keilmuan dalam perjalanan pengabdian di ruang publik. (kjc)

























