Beranda Kalimantan Selatan Angka Inflasi Masih Stabil dan Terkendali di Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Angka Inflasi Masih Stabil dan Terkendali di Kalimantan SelatanKatajari - Keuangan9 Juni 20265 Juli 2026 Rusma Khazairin, hadiri secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, dari Command Center, Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (8/6/2026) pagi. (Foto: Adpim Setdaprov Kalsel/katajari.com) Katajari.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, hadiri secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, dari Command Center, Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (8/6/2026) pagi. Rakor rutin yang berlangsung di Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta ini, dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Thohir. Diikuti perwakilan badan dan instansi terkait, serta seluruh Kepala Daerah se-Indonesia atau yang mewakili. Dalam kesempatan ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tomsi menyampaikan bahwa kondisi inflasi Indonesia pada Mei 2026 year-on-year (y-o-y) 3,08 persen. Dengan andil terbesar adalah oleh komoditas emas perhiasan. Sedangkan untuk inflasi month-to-month (m-to-m) adalah sebesar 0,28 persen dengan andil terbesar sebesar 0,12 persen adalah oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau. Yakni komoditas cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat dan beras. Juga disampaikan bahwa untuk Indeks Perkembangan Harga (IPH) Nasional pada minggu pertama Juni 2026 dipengaruhi oleh komoditas cabai merah, minyak goreng, daging ayam ras, beras, bawang putih. Dalam kesempatan ini, Sekjen Tomsi Thohir menyampaikan agar seluruh pemda dan TPID tetap waspada, meskipun inflasi masih terbilang stabil. “Perhatikan angka inflasi masing-masing. Jangan menganggap remeh kenaikan, bahkan jika hanya 100 rupiah. Kami minta teman-teman terkait, TPID, undang BPS,” ucapnya. Jelaskan secara rinci dan bersama-sama kondisinya apabila memang ada komoditas yang mengalami kenaikan. Diskusi dan cari jalan keluarnya. “Kalau memang ada langkah-langkah yang diperlukan, misal gerakan menanam, lakukan. Jangan sampai tidak berbuat apa-apa ketika ada kenaikan IPH pada komoditas,” lanjutnya. Usai mengikuti rakor secara daring, Kepala Biro Perekonomian, Eddy Elminsyah Jaya, menyampaikan bahwa angka inflasi di Provinsi Kalsel masih stabil dan terkendali. Pada rakor pengendalian inflasi hari ini, terlihat bahwa saat ini inflasi di Kalsel terkendali, kita masih stabil dengan inflasi year-on-year 4,22 persen. “Dalam melihat inflasi tentu bijaknya kita juga harus melihat inflasi month-to-month, dimana untuk Kalsel berada di 0,2 persen, dan kita menduduki peringkat 23 diantara seluruh provinsi di Indonesia,” sampai Eddy. Eddy juga menyampaikan bahwa untuk komoditas yang memberikan andil pada inflasi y-o-y adalah emas perhiasan yang kemudian diikuti oleh beras. Sedangkan untuk inflasi month-to-month, ujar Eddy, beras menjadi komoditas yang memberikan andil tertinggi. Memang beberapa rekomendasi harus ada terkait penyaluran beras SPHP ke daerah-daerah yang mengalami kenaikan inflasi. “Kita juga melihat komoditi-komoditi bahan pangan untuk pertanian,” ucapnya. Menjelang kemarau kita juga harus berhati-hati, karena cadangan di neraca pangan kita juga semakin berkurang, “Karena produksi nantinya di musim kemarau juga semakin sedikit,” paparnya. Selanjutnya, Eddy berharap pemda baik pemkab maupun pemko di Kalsel tetap aktif untuk melaksanakan langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi di masing-masing daerah. Pihaknya. juga berharap pemerintah kabupaten/kota bisa melakukan operasi pangan, operasi pasar, kemudian gerakan pangan murah, bahkan himbauan-himbauan untuk penanaman cabai yang bisa mengendalikan inflasi. “Karena cabai lumayan untuk penyumbang inflasi. Kita juga melihat untuk berikutnya, Kalsel juga berupaya untuk mengendalikan inflasi sesuai dengan peraturan Presiden,” pesannya. Rakor pengendalian inflasi ini turut dihadiri bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalsel, yakni Panit 1 Subdit 1 Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel. Ketua Tim Distribusi BPS Provinsi Kalsel, Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, beserta jajaran lainnya. (adpim/kjc) Baca JugaKetua BKOW Kalsel Buka Latihan KhususGubernur Muhidin Meninjau Progres Proyek Pembangunan Jembatan Pulau LautGubernur Muhidin Terima Kunjungan Perwakilan Belanda, Perihal Pengembalian Kepala Demang LehmanGubernur Sahbirin Dukung Clash of Banua, Dorong Pelajar Terus BerprestasiPemadaman Titik Api Karhutla di Kawasan Sambang Lihum, Gubernur Muhidin Kerahkan EkskavatorMonitoring Penanggulangan Kebakaran Hutan di Kemenko Pangan; Gubernur Muhidin Minta Dukungan Semua Pihak Tangani KarhutlaTim Gabungan Jibaku Atasi Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsudin NoorGubernur Muhidin Jenguk Korban Kapal Virgo Transport 8 di Rumah SakitFathul Jannah Gaungkan Penguatan Posyandu 6 SPM dan PAUD Ramah AnakGubernur Muhidin Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah KM Virgo Transport 8Gubernur Muhidin Bersama Perwakilan Mahasiswa dan Wartawan Padamkan Bara di Lahan GambutParipurna Raperda Perubahan Pajak dan Retribusi Daerah DisetujuiGubernur Muhidin Menganugerahkan Satyalencana Karya Satya 985 PNSKetua Kwarda Pramuka Kalsel Tutup Penguatan Karakter SiswaWagub Kalimantan Selatan Tutup Minisoccer Gubernur Cup 2026Gubernur Kalimantan Selatan dan Pangdam XXII Resmikan JembatanSekda Kalimantan Selatan Membuka Festival Olahraga TradisionalPelantikan Persatuan Dokter Spesialis Anastesiologi dan Terapi IntensifPemilihan Putra Putri Pariwisata Kalimantan Selatan 2026Jurnalis Perempuan Harus Naik Kelas; Jangan Hanya Beritakan Kabut AsapWagub Hasnuryadi Meninjau Penanganan Karhutla di Guntung DamarGubernur Muhidin Serius Tangani Karhutla di Kawasan Guntung DamarKapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla di Banjarbaru dan Terapkan Metode Gambut InjectionPemprov Kalsel Gelar Turnamen Padel Antar SKPD Tahun 2026