Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Banjarbaru Tertinggi di Kalimantan Selatan

Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby (ELH).(Foto: Media Center Kota Banjarbaru/katajari com)

Katajari.com – Permasalahan utama Kota Banjarbaru di bidang pendidikan dengan banyaknya anak putus sekolah menjadi target prioritas Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, dengan dukungan instansi terkait.

“Semua ini menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama,” ungkap Erna Lisa Halaby (ELH) pada kegiatan Forum Konsultasi Publik dan Penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengan Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru Tahun 2025–2029 yang digelar waktu lalu pada Kamis (10/07/2025) di Aula Gawi Sabarataan dan secara daring.

ELH berharap agar keterlibatan seluruh pihak ini dapat membangun Kota Banjarbaru sesuai dengan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, Sejahtera)

Hasilnya, harapan peningkatan kinerja sektor pendidikan di Kota Banjarbaru telah menuai kenyataan dengan menunjukkan tren positif sepanjang 2025.

Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru mencatat capaian signifikan pada sejumlah indikator utama, termasuk Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai 88,94 atau kategori Tuntas Madya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, menyampaikan bahwa capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 79,84 atau Tuntas Pratama.

“Tahun 2025 capaian SPM kita berada di angka 88,94. Ini meningkat cukup signifikan dari tahun 2024, dan menjadi salah satu indikator bahwa kualitas layanan pendidikan kita semakin baik,” ujarnya, Kamis (15/4/2026).

Dua indikator utama lainnya, selain capaian SPM juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Ialah, angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kota Banjarbaru tercatat mencapai 11,07 tahun, sementara Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) berada di angka 14,87 tahun.

Menurut Basid, capaian tersebut tidak hanya mencerminkan peningkatan akses pendidikan, tetapi juga kualitas serta keberlanjutan pendidikan masyarakat di Banjarbaru.

Saat ini berada pada posisi tertinggi di Kalimantan Selatan untuk indikator-indikator tersebut.

“Indikator RLS dan HLS ini menjadi tolok ukur penting dalam melihat seberapa lama masyarakat kita menempuh pendidikan,” jelasnya.

Ditambahkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai program strategis yang dijalankan Dinas Pendidikan, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana sekolah hingga penguatan kualitas tenaga pendidik.

Selain itu, upaya penguatan pendidikan karakter juga menjadi bagian penting dalam mendukung visi Banjarbaru EMAS, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing.

“Kami juga melaksanakan program penguatan karakter melalui keterlibatan ulama, tokoh agama, dan kerja sama dengan berbagai pihak. Ini menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik,” paparnya..

Dengan capaian tersebut, Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.

Optimalkan Program, ATS dan Kekurangan Guru Jadi Perhatian

Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru terus mengoptimalkan berbagai program strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Namun di balik capaian yang diraih, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, menyampaikan berbagai program telah dijalankan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan akses hingga kualitas pembelajaran di sekolah.

“Kami melaksanakan berbagai program, seperti bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu, rehabilitasi dan pembangunan sarana prasarana, serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan literasi dan numerasi,” ujar Abdul Basid,

Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru juga mendorong pembelajaran berbasis teknologi melalui penggunaan media digital di sekolah

Kemudian, pengembangan keterampilan siswa melalui kegiatan minat dan bakat seperti olahraga dan sains.

Tak hanya itu, penguatan pendidikan karakter juga menjadi fokus melalui program keterlibatan ulama dan tokoh agama di lingkungan sekolah.

Basid juga menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti BPMP, Balai Bahasa, serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan

“Kerja sama itu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk pengenalan koding dan kecerdasan artifisial,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Abdul Basid (tiga kiri) mendampingi Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby (ELH). (Foto: Media Center Kota Banjarbaru/katajari.com)

Namun meski demikian, Basid mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program pendidikan di Banjarbaru.

Salah satunya adalah masih adanya Anak Tidak Sekolah (ATS).

“ATS ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap angka rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah,” ungkap Basid

Dinas Pendidikan juga mendapat tantangan lain yang dihadapi adalah dinamika ketersediaan tenaga pendidik.

Karena jumlah guru yang memasuki masa pensiun saat ini masih lebih besar dibandingkan dengan rekrutmen guru baru.

“Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap pemerataan dan keberlanjutan layanan pendidikan, sehingga perlu penataan dan distribusi guru yang lebih optimal,” terangnya.

Untuk itulah Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program pendidikan. (kjc)