Banjar  

Maulid Nabi Muhammad SAW Tausiyah Habib Abdullah Al Idrus

Al Habib Abdullah Al-Idrus dari Sekumpul,

Katajari.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dipadati jemaah di Masjid Al-Mujahidin Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur,Kabupaten Banjar, Jumat (4/9/2026) malam.

Suasana khusyuk dan penuh keberkahan menyelimuti Masjid Al-Mujahidin, Desa Pematang Baru.

Ratusan jemaah dari berbagai kalangan tampak memadati area masjid untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Agung Muhammad SAW.

​Acara peringatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan penceramah terkemuka, Al Habib Abdullah Al-Idrus dari Sekumpul.

Dalam ceramahnya, Habib Abdullah Al-Idrus menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai makna dan keutamaan memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

…wa karim ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in, amma ba’du.

Disambung jemaah, “Allahumma shalli ‘alaih,”

Qala rabbi syrah li sadri wa yassir li amri wahlul ‘uqdatan min lisani yafqahu qauli. Wa saddid lisani wahdi qalbi bi haqqi sayyidina Muhammad.

Sahut hadirin, “Allahumma shalli ‘alaih.”

Dasturakum ya ahlad darak, ya ahlan naubah, ya ahlal bathinah, ya ahalan nur.

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memilih kita, mengizinkan kita untuk setiap tahunnya—dan khususnya di tahun ini—untuk memuliakan kekasih-Nya, Nabi kita Muhammad SAW.

Sahut jemaah, “Allahumma shalli ‘alaih.”

Seandainya bukan taufik daripada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pematang Baru.(@Foto: Pemerintah Desa Pematang Baru/katajari.com)

​Dalam tausiyahnya, dijelaskan bahwa maksud dan tujuan utama diselenggarakannya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di antaranya,

​Wujud Rasa Syukur dan Cinta (Mahabbah). Sebagai ekspresi kebahagiaan dan rasa syukur umat Islam atas dilahirkannya Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ‘Alamin).

​Meneladani Akhlak Rasulullah. Menjadikan kehidupan dan sifat-sifat mulia Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah (suri teladan yang baik) dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam beribadah, bermasyarakat, maupun berbangsa.

Mempererat Tali Silaturahmi. Menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah antarsesama warga Desa Pematang Baru dan sekitarnya.

Meningkatkan Syiar Islam. Memperhidup syiar-syiar agama di lingkungan masyarakat serta menanamkan rasa cinta kepada Nabi sejak dini kepada generasi muda.

​Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh jamaah yang hadir dapat memetik hikmah dan semakin mempertebal keimanan serta kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Acara diakhiri dengan doa bersama demi keselamatan, keberkahan, dan kedamaian bagi warga Desa Pematang Baru serta Kabupaten Banjar secara umum. (kjc)