Katajari.com – Transformasi digital saat ini telah membuka peluang ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Hal ini membuka peluang semakin berkembangnya jenis usaha baru, terutama yang berbasis digital dan ekonomi kreatif.
Di balik peluang tersebut, diperlukannya data yang valid dan dapat dipercaya. Untuk itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Sensus Ekonomi Tahun 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan tiap 10 tahun sekali ini merupakan langkah strategis dalam menyediakan basis data yang akurat guna merencanakan dan menentukan kebijakan pembangunan ekonomi di masa depan.
Menyukseskan hal tersebut, BPS Provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan berbagai persiapan secara komprehensif untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Di antaranya dengan melakukan pendekatan ke berbagai Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi usaha seperti APINDO, KADIN, PHRI, serta pihak pengelola kawasan ekonomi maupun industri.
Selain itu, BPS Provinsi Kalimantan Selatan juga melakukan terobosan melalui kegiatan “Ngibar” (Ngisi Bareng).
Langkah ini merupakan inisiatif untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam mengisi kuesioner secara bersama-sama dengan pendampingan petugas BPS guna meningkatkan partisipasi dan akurasi data.
Tak hanya itu, Pemanfaatan teknologi digital pun turut dilakukan, Seperti penggunaan aplikasi berbasis elektronik (CAPI) untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalkan kesalahan.
Agar memperoleh data yang valid, Pengumpulan data Sensus Ekonomi 2026 dilakukan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan, yang mencangkup 13 Kab/Kota dan 156 Kecamatan dan 2008 Desa/Kelurahan.
Titik yang dituju yakni sentra ekonomi formal maupun informal; Lokasi usaha tetap, seperti toko, kantor, pabrik, dan pasar;
Serta Lokasi usaha tidak tetap, termasuk usaha rumahan dan usaha berbasis digital.
Dengan cakupan tersebut, BPS memastikan seluruh aktivitas ekonomi—baik yang terlihat maupun yang belum terdata secara formal—dapat terjaring dalam sensus ini.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif mengungkapkan Sensus Ekonomi 2026 merupakan upaya strategis untuk memotret secara menyeluruh kondisi dan struktur perekonomian, khususnya di Kalimantan Selatan.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dan memberikan informasi yang akurat,” katanya.
Data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
“Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan sukses dan menghasilkan data berkualitas untuk mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya saat diwawancarai pada hari Senin (15/06/2026).
Hal yang sama disampaikan Ketua Sensus Ekonomi 2026 Kalimantan Selatan, Hasbi Nuryadin.
Pihaknya memaparkan Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum strategis untuk memperoleh potret utuh perekonomian, khususnya di Kalimantan Selatan.
“Kami melihat sensus ini sangat penting karena dapat memberikan data dasar yang komprehensif bagi perencanaan pembangunan ekonomi,” ucapnya..
Selain itu juga untuk membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
“Acuan bagi dunia usaha dan investor dalam melihat peluang ekonomi,” paparnya.
Pihaknya juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi secara aktif dan memberikan data yang benar.
Karena data yang disampaikan akan kembali bermanfaat untuk kepentingan pembangunan bersama. (kjc)
























