Setahun Kepemimpinan ELH dan Pak War; Borong Penghargaan dan Diapresiasi Perempuan Inspiratif

Genap setahun Hj. Erna Lisa Halaby (ELH) dan Wartono (Pak War) memimpin Kota Banjarbaru sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru. (Foto: Media Center Banjarbaru/katajari.com)

Setahun lalu pada Sabtu (21/6/2025) merupakan prosesi pelantikan ELH dan Pak War oleh Gubenur Kalimantan Selatan H Muhidin, berlangsung di Aula Ideham Chalid, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

Muhidin memimpin pengambilan sumpah dan janji jabatan mewakili Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, .

Turut hadir dalam pelantikan tersebut para Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Selatan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Selatan, Forkopimda Kota Banjarbaru, dan para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Banjarbaru.

Dalam pelantikan tersebut, Lisa Halaby tampil dengan pakaian dinas upacara lengkap berwarna putih, didampingi sang suami, H Riandy Hidayat

Sementara itu, Wakil Wali Kota Wartono hadir bersama istri, Ermina Fujianti

Setelah pengucapan sumpah dan janji jabatan, rangkaian prosesi dilanjutkan dengan pemasangan tanda jabatan oleh Gubernur Kalsel, penandatanganan fakta integritas.

Serta, berita acara serah terima jabatan dari pejabat sebelumnya, Pj Wali Kota Banjarbaru, Subhan Nor Yaumil.

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menyampaikan ucapan selamat dan harapan kepada pasangan kepala daerah yang baru dilantik.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Hajjah Erna Lisa Halaby dan Wartono sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru. Semoga amanah dan dapat dipercaya oleh warga Banjarbaru, serta dapat menunaikan tugas sebaik-baiknya sampai akhir masa jabatannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Muhidin juga berpesan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dilantik, pimpinlah kota ini dengan hati dan amanah, serta dengan keberpihakan kepada rakyat.

Selain menandai pergantian kepemimpinan, pelantikan ini juga mencatat sejarah baru bagi Kota Banjarbaru.

Untuk pertama kalinya sejak ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru dipimpin oleh seorang perempuan.

Kehadiran Hj. Erna Lisa Halaby atau ELH sebagai Wali Kota diharapkan membawa semangat baru, inovasi, serta komitmen dalam membangun kota yang inklusif dan berdaya saing.

Sejalan dengan jargon Banjarbaru EMAS, Elok, Maju Adil, Sejahtera.

Borong 12 Penghargaan Regional dan Nasional

Satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota, dan Wakil Wali Kota, ELH dan Pak War (dilantik pada 21 Juni 2025), ditandai dengan keberhasilan memborong 12 penghargaan tingkat regional maupun nasional serta pencapaian Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan tertinggi di Kalimantan Selatan.

Capaian Kinerja Utama

Pendidikan: Meraih Indeks SPM Pendidikan tertinggi di Kalimantan Selatan dengan nilai 88,94 (kategori Tuntas Madya) dan menjadi kota pertama di Indonesia yang membentuk Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Penyaluran bantuan perlengkapan dan seragam sekolah dilanjutkan bagi ratusan siswa kurang mampu, disertai perbaikan sarana sanitasi sekolah.

Tata Kelola dan Penghargaan

Mendapatkan 12 penghargaan regional dan nasional. Wali Kota Erna Lisa Halaby secara pribadi juga dianugerahi Antasari Award 2026 kategori “Wali Kota Perempuan Inspiratif” atas inovasi dan kepemimpinannya.

Kebijakan Strategis

Memimpin dimulainya pendataan Sensus Ekonomi 2026 di ibu kota provinsi serta melakukan pelantikan pejabat tinggi pratama untuk mengoptimalkan pelayanan publik

ELH Sebagai Perempuan Inspiratif

Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby (ELH) mendapatkan anugerah Penghargaan Perempuan Inspiratif, Antasari Award 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, di Ballroom Hotel Treepark Banjarmasin, Rabu (4/2/2026).

Asisten III Setdako Banjarbaru Kanafi mewakili Wali Kota menerima penghargaan Antasari Award 2026, sebagai wali kota perempuan inspiratif. (Foto: Media Center Banjarbaru/katajari.com)

​Antasari Award 2026 diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya melalui kategori “Wali Kota Perempuan Inspiratif”.

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas dedikasi Wali kota Banjarbaru dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

​Rektor UIN Antasari, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas peran para tokoh daerah.

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk kemitraan strategis antara mahasiswa sebagai akademisi dengan pemerintah.

Mahasiswa bukan hanya sebagai menara gading yang belajar teori, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah kita,” kata Prof. Nida.

Acara penganugerahan ini dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Sekda Prov Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Kegiatan yang diinisiasi oleh DEMA UIN Antasari ini mengusung tema “Dari Mahasiswa untuk Banua”, guna mendukung kemajuan Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarbaru sebagai Ibukota Provinsi. (kjc)