Banjar  

Tiga Posko Siaga Karhutla dan Kekeringan di Kabupaten Banjar

BPBD Kabupaten Banjar distribusi air bersih kepada masyarakat di musim kemarau. (Foto: katajari.com)

Katajari com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mengaktifkan tiga posko siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan.

Posko Siaga sebagai langkah menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada September 2026.

Informasi ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugroho, Rabu (15/7/1026) di kantornya di Jalan Sekumpul Ujung Desa Bincau Kecamatan Martapura.

Ia mengatakan aktivasi posko merupakan bagian dari rangkaian kesiapsiagaan yang telah dimulai melalui rapat koordinasi dan apel siaga.

“Mulai hari ini dan besok kami mengaktifkan Posko Siaga Karhutla dan Kekeringan,” demikian dikatakannya.

Posko ini, sambung dia, mendukung pelaksanaan distribusi air bersih.

Sekaligus penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Banjar.

BPBD membentuk satu posko induk di Kantor BPBD Kabupaten Banjar dan dua posko pembantu yang berada di Kecamatan Martapura Barat dan Kecamatan Beruntung Baru.

Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat mempercepat respons awal ketika terjadi kebakaran.

Selain mengerahkan personel dan peralatan, BPBD juga menggandeng berbagai unsur lintas sektoral.

Mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, relawan, organisasi kemasyarakatan hingga instansi terkait lainnya untuk memperkuat penanganan karhutla.

Wasis mengungkapkan, berdasarkan data sejak Mei hingga pertengahan Juli 2026, satelit mendeteksi sebanyak 127 hotspot di Kabupaten Banjar.

Namun, ia menegaskan bahwa hotspot tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran.

“Hotspot belum tentu menjadi api. Itu hanya titik panas hasil pantauan satelit, sehingga penyebabnya belum bisa dipastikan,” katanya.

Meski demikian, BPBD telah mencatat 14 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas area terbakar mencapai 67,4 hektare.

Wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak berada di Kecamatan Cintapuri Darussalam sebanyak 34 titik, disusul Kecamatan Karang Intan dengan 16 titik.

Distribusi 400 Ribu Liter Air Bersih

Di sisi lain, BPBD juga terus menangani dampak kekeringan dengan mendistribusikan sekitar 400 ribu liter air bersih pada delapan kecamatan.

Penyaluran dilakukan secara berkala dengan dukungan sekitar 70 unit tandon air yang dipinjamkan kepada masyarakat.

“Ini baru awal musim kemarau. Puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada September. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih,” ujar Wasis.

Menurutnya, distribusi air bersih tidak hanya dilakukan BPBD.

Penyaluran juga didukung DPKP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Wilayah Sungai, PMI, serta berbagai organisasi relawan.

Untuk mengantisipasi kondisi yang diperkirakan semakin berat, BPBD Kabupaten Banjar juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Helikopter water bombing apabila terjadi kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau,” imbuhnya.

BPBD mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

Pihaknya mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan serta menghemat penggunaan air.

“Karena potensi kekeringan masih akan berlangsung sekitar dua bulan ke depan sesuai prakiraan BMKG,” ungkap Wasis. (kjc)