Katajari.com – Suana penuh haru menyelimuti ketika Polres Banjarbaru gelar rekonstruksi atau reka ulang kasus begal yang menyebabkan tewasnya HN, berprofesi sebagai guru ngaji di sebuah pondok pesantren yang ada di Kabupaten Banjar.
Rekonstruksi yang digelar di lokasi ditemukannya jasad HN di Jalan Saledri, Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru tersebut turut menghadirkan kedua pelaku yakni MF (43) dan AS (40).
Dalam Rekonstruksi itu kedua pelaku memperagakan bagaimana mereka berniat merampok korbannya, hingga akhirnya si korban meninggal dunia.
“Kejadian ini bermula Ketika salah satu dari pelaku tengah terhimpit ekonomi untuk membayar biaya sekolah anaknya yang ada di pulau Jawa,” kata Kapolres Kota Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda. Sabtu (2/5/2026).
Awalnya mereka mencoba meminjam uang kepada bos pemilik kebun yang mereka jaga.
“Tapi tidak dikasih oleh si bos,” ujar AKBP Pius.
Kapolres Banjarbaru menambahkan, atas dasar itu keduanya sepakat untuk mencari uang dengan cara merampok.
Hal itu kebetulan diincar si korban yang selalu lewat depan pondok mereka setiap hari.
“Mereka sudah hafal kalau si korban ini selalu lewat depan pondok mereka. Namun mereka tidak tahu bahwa korban rumahnya tidak jauh dari tempat mereka,” sambung dia.

Kapolres menjelaskan bahwa rekonstruksi ini bertujuan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan hasil penyelidikan serta barang bukti yang telah dikumpulkan.
Dari hasil sementara, sebagian besar adegan dinilai sesuai dengan keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
“Rekonstruksi ini penting untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh dan memperkuat berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan,” ujarnya.
Sejumlah saksi dan keluarga korban juga dihadirkan untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi.
Meski berlangsung kondusif, suasana sempat haru saat keluarga korban melihat langsung bagaimana kedua tersangka menghabisi nyawa korban. (kjc)
























