Katajari.com – Cegah Anemia pada Remaja Putri, mahasiswa Farmasi menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan Jamu Daun Kelor, Sabtu (26/7/2026) di Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur.
Kegiatan ini diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFARMA) Avi Cenna Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Mahasiswa Farmasi dalam Program Desa Farmasi 2026.
Pencegahan stunting dan masalah kesehatan reproduksi pada remaja terus digalakkan.
Salah satunya melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang melimpah di sekitar pemukiman warga.
Kegiatan berfokus pada edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), swamedikasi anemia, serta edukasi pemanfaatan TOGA bagi masyarakat setempat, khususnya para wanita dan remaja putri.
Suasana antusias tampak menyelimuti warga yang hadir.
Dalam agenda ini, mahasiswa farmasi memaparkan pentingnya budidaya TOGA guna menjaga kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara mandiri.
Selain edukasi teori mengenai kesehatan kulit dan pencernaan melalui ramuan tradisional.

Fokus utama dalam kegiatan ini adalah pencegahan anemia pada kaum wanita, terutama remaja putri yang rawan kekurangan zat besi.
Untuk itu, dilakukan pula demonstrasi dan sosialisasi resep pembuatan Jamu Daun Kelor pencegah anemia.
Resep dan Cara Pembuatan Jamu
Berikut merupakan resep praktis jamu kaya zat besi yang dibagikan kepada warga
Bahan-bahan, 4 genggam daun kelor, 4 batang sereh, 4 ruas jahe, 3 keping gula merah, 3 buah jeruk nipis (sesuai selera, 2 liter air.
Cara pengolahan, cuci bersih semua bahan alami yang digunakan, iris atau geprek sereh dan jahe, masukkan sereh, jahe, dan gula merah ke dalam 2 liter air, lalu rebus hingga mendidih, setelah mendidih, matikan kompor, kemudian masukkan daun kelor.
Lalu, biarkan hingga dingin, lalu peras kan jeruk nipis sesuai selera sebelum disajikan.
Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Melayu Tengah diharapkan tidak hanya memahami bahaya anemia.
“Tetapi juga mampu memanfaatkan kekayaan alam lokal seperti daun kelor sebagai sarana swamedikasi herbal yang sehat, aman, dan menyegarkan,” kata Pembakal Desa Melayu Tengah, Ahmad Jailani. (kjc)
























