Banjar  

Jalan Desa Biih Rusak Diduga Dampak Dilalui Angkutan Batu Bara

Kerusakan Jalan Desa Biih diduga dampak angkutan tambang batu bara. (Foto: katajari.com)

Katajari.com – Kondisi jalan di Desa Biih Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar mengalami kerusakan yang diduga akibat adanya aktivitas angkutan tambang batu bara.

Kerusakan jalan ini menambah catatan buruk tentang pengawasan Pemkab Banjar terhadap pelaku usaha tambang yang merusak fasilitas umum milik daerah yang sebelumnya juga terjadi di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Mataraman.

Dari Pantauan di lapangan, kondisi Jalan di Desa Biih sebagian mengalami kerusakan, seperti aspalnya yang terkelupas, bahkan aspal jalan tersebut menjadi gundukan  sangat membahayakan pengguna jalan.

Dugaan adanya aktivitas angkutan batubara semakin kuat, lantaran tak jauh dari jalan desa tersebut terlihat adanya lubang tambang bahkan tumpukan batu bara yang masih belum diangkut.

Sementara Kepala Desa Biih, Yusuf Halidi saat dihubungi via telepon tak menampik kondisi jalan di desanya rusak akibat terdampak adanya angkutan batubara yang melintas.

Namun diakuinya, jalan tadi sebelumnya juga sudah mengalami kerusakan,  dengan adanya aktivitas angkutan memperparah kondisi jalan di desanya.

“Untuk tambang nya di desa sebelah, tapi mereka melintas di desa Biih. Kita Sudah ajukan perbaikan di musrembang, namun hingga kini belum ada perbaikan,” ucapnya, Selasa (31/3/2026).

Yusuf Halidi juga mengakui, selama adanya aktivitas angkutan batu bara ini, desanya menerima uang kompensasi dari perusahaan tambang sebanyak 4 kali.

Uang kompensasi tersebut digunakan untuk keperluan desa.

“Sudah 4 kali kami dapat, kisaran antara 5 sampai 6 juta sekali dapat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, angkutan truk batu bara itu tidak setiap hari, namun ia membenarkan bahwa angkutan tambang batubara melintasi jalan di desanya.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana mengatakan, pihaknya baru mendapat informasi dari awak media mengenai adanya aktivitas angkutan batu bara yang melintasi di jalan desa.

Karena itu pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud.

“Tahun kemarin kita pernah melakukan penutupan terhadap akses angkutan yang melintasi jalan desa. Ini nanti kita akan cek dan laporkan ke instansi terkait lainnya,” kata Nyoman. (kjc)