Katajari.com – Kasus bullying yang ramai di media sosial, turut menyeret nama Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar.
Hal itu lantaran orang tua dari terduga pelaku bullying merupakan salah satu pejabat aktif di Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar.
Pihak Kejaksaan Negeri melalui Kasi Intelijen, Robert Iwan Kadun kepada awak media mengatakan, pemberitaan dan beberapa postingan di media sosial dinilai sangat menyudutkan pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar.
“Kita membenarkan antara terlapor dan pelapor salah satunya adalah pejabat aktif di Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar. Namun dalam hal ini tidak ada sangkut paut dengan institusi. Sehingga kami sangat keberatan” ujar Kasi Intelijen, Robert Iwan Kandun, Senin (18/5/2026).
Ia melanjutkan, itu perlu diluruskan karena hal ini akan membuat sentimental negative, dalam hal saat ini pihaknya tengah menangani beberapa kasus, di antaranya pidana korupsi maupun pidana lainnya.
“Hal ini dapat mempengaruhi psikis teman-teman maupun tim yang tengah bekerja. Dalam hal pencapaian kinerja kami. Kami tidak ingin reputasi kami rusak,” katanya.
Robert juga menegaskan, perkara bullying yang tengah ramai itu merupakan permasalahan pribadi yang bersangkutan, dan tidak ada sangkut pautnya dengan institusi Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar.
“Sedikit kami tahu, bahwa kasus bullying ini sudah pernah didamaikan di tingkat sekolah. Bahkan sudah ada upaya mediasi oleh kedua belah pihak. Dan benar kedua belah pihak sudah saling lapor. Namun untuk laporan itu silahkan tanyakan ke polres Banjarbaru,” ungkapnya.
Robert mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu liar.
Hindari hal-hal informasi yang berbentuk provokasi, doxing, dan lainnya. (kjc)
























