Banjar  

Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Hidayah Desa Pasiramanan

Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Hidayah Desa Pasiraman, Minggu (6/9/2026). (Foto: Pemerintah Desa Pasiraman/katajari com)

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh warga Desa Pasiraman, tetapi juga disambut antusias oleh tamu undangan dari desa-desa sekitar.

Turut hadir dalam momen istimewa tersebut Camat Mataraman yang ikut berbaur bersama masyarakat.

Sebagai puncak acara, panitia menghadirkan H. Akhmad Sazali dari Desa Pematang Danau untuk memberikan tausiah dan siraman rohani kepada para jemaah.

Rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi ini diwarnai dengan berbagai momen kebersamaan dan kekhusyukan:

Jemaah laki-laki yang mengenakan busana muslim, sarung, dan peci tampak memenuhi area dalam masjid.

Mereka duduk bersila di atas hamparan karpet, memanjatkan doa, dan mendengarkan ceramah dengan saksama.

Membeludaknya jemaah membuat area dalam masjid tidak cukup menampung seluruh hadirin.

Jemaah perempuan tampak antusias mengikuti acara dari luar masjid, duduk rapi beralaskan tikar di bawah tenda, hingga memenuhi teras-teras rumah warga di sekitar lokasi agar tetap dapat menyimak tausiah.

Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pasiraman. (Foto: Pemerintah Desa Pasiraman/katajari com)

Di area luar, kekompakan warga sangat terlihat saat panitia saling bahu-membahu menyiapkan konsumsi.

Sejumlah bapak-bapak tampak sibuk meracik dan menuangkan minuman susu sirup ke dalam gelas untuk dibagikan.

Setelah rangkaian doa dan ceramah selesai, acara ditutup dengan tradisi makan bersama.

Para jemaah di dalam masjid menikmati hidangan nasi yang disajikan dalam nampan bersusun, lengkap dengan sajian penutup berupa potongan buah semangka segar dan buah lainnya.

Peringatan ini sekaligus menjadi momen silaturahmi yang hangat, terlihat dari warga yang saling bersalaman, tersenyum, dan bertegur sapa saat tiba maupun seusai acara di halaman sekitar masjid.

Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pasiraman tahun ini berjalan lancar dan sukses mempererat tali persaudaraan.

Sekaligus menjadi wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap sosok Nabi Muhammad SAW. (kjc)