Pemutaran Film Dokumenter dan Talkshow Perjuangan Pangeran Jaya Sumitra, Raja Pertama Kerajaan Pulau Laut

pemutaran film dokumenter dan talkshow perjuangan raja pertama Kerajaan Pulau Laut, Pangeran Jaya Sumitra, Sabtu (11/7/2026) di Martapura. (Foto: katajari.com)

Katajari.com – Kesultanan Banjar bersama Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL) mengadakan pemutaran film dokumenter dan talkshow perjuangan raja pertama Kerajaan Pulau Laut, Pangeran Jaya Sumitra, Sabtu (11/7/2026) di Martapura.

Pangeran Jaya Sumitra adalah raja pertama Kerajaan Pulau Laut sekaligus tokoh sejarah yang memindahkan pusat pemerintahan dari Kusan ke Pulau Laut (Salino) sekitar tahun 1850.

Tujuannya untuk menghindari gejolak politik dan menyusun kekuatan melawan penjajah.

Pangeran Jaya Sumitra memiliki silsilah keturunan Kesultanan Banjar dan Kerajaan Paser, juga tokoh pendiri cikal bakal berdirinya Kotabaru.

Nama bersangkutan diabadikan pada nama rumah sakit ternama di Kotabaru, RSUD Pangeran Jaya Sumitra.

Sekretaris Panitia Randy Rafsanjani mengatakan, pemutaran film dan talkwhow merupakan edukasi bagi masyarakat.

“Khususnya generasi muda sebagai kajian sejarah perjuangan Banjar,” kata dia.

Di tempat sama, ketua umum LAKPL Gusti Rendy Firmansyah di dalam sambutan menyebutkan, pemutaran film dokumenter dan talkshow untuk memperkenalkan sejarah perjuangan Pangeran Jaya Sumitra kepada masyarakat luas.

“Sekaligus merawat dan melestarikan budaya Banjar,” imbuhnya.

Ketua Umum LAKPL, Haji Gusti Rendy Firmansyah, Sabtu (11/7/2026) di Martapura. (Foto: katajari.com)

Di kegiatan itu tampak hadir sutradara film dokumenter, Aditya Rakhman.

“Mudahan ke depan pembuatannya lebih baik lagi. Terima kasih kepada Wabup Kotabaru Syairi Mukhlis dan Gusti Rendy atas dukungan dan support terhadap kelancaran pembuatan film,” paparnya.

Adapun maksud pembuatan sebagai edukasi pendidikan kepada siswa dan siswi, mahasiswa dan masyarakat di Kotabaru.

“Banyak yang tidak tahu Kerajaan Pulau Laut, Dengan adanya film dokumenter bisa memperkenalkan luas. Apalagi, diketahui adanya Kerajaan Pulau Laut dan makam para raja,” sebut Aditya.

Menariknya, Wabup Kotabaru menyatakan bersedia menjadi pemeran utama, sedangkan salah satu anggota DPRD Kotabaru berperan sebagai Pangeran Abdul Kadir.

Bupati Banjar Saidi Mansyur diwakili Asisten Ikhwansyah mengatakan, Pangeran Jaya Sumitra bukan nama asing, silsilah kekerabatannya sangat erat dengan Kerajaan Banjar/Kesultanan Banjar.

“Beliau penulis atau sekretaris pribadi Sultan Adam. Turut terlibat dalam agenda besar persiapan perang Banjar,” kata Ikhwansyah.

Pemkab Banjar turut memberikan apresiasi karena kepedulian sejarah, menjaga warisan, dan identitas budaya.

“Sejarah untuk dipahami, dijaga dan dilestarikan. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari Pangeran Jaya Sumitra serta para pendahulu,”  katanya.

Talkshow Perjuangan Pangeran Jaya Sumitra

Sesi berikutnya talkshow menghadirkan narasumber sejarawan, Ir Bahruddin dari Kotabaru, dan sejarawan Darma Setyawan, sutradara Aditya Rakhman, ketua Umum LAKPL Haji Gusti Rendy Firmansyah.

Bahruddin di kegiatan talkshow meluruskan pemikiran, bahwa tidak ada yang namanya Kerajaan Sigam tetapi adanya Kerajaan Pulau Laut.

“Sigam, itu hanya nama tempat pemakaman para raja,” jelasnya.

Sedangkan Darma mengutarakan tentang film dokumenter bisa dijadikan sumber sejarah secara visual.

“Apalagi mengangkat salah satu tokoh besar,” ucapnya.

Bagaimana penilaian pihak LAKPL terhadap film tersebut?

Gusti Rendy Firmansyah menyatakan, film ini bagus untuk edukasi pengetahuan sejarah perjuangan tokoh pangeran Jaya Sumitra dari Kerajaan Pulau Laut di Kotabaru.

Pemutaran film dokumenter itu sendiri di Martapura Kabupaten Banjar kolaborasi Kesultanan Banjar dengan LAKPL

“Pangeran Jaya Sumitra mempunyai Kekerabatan erat antara Kesultanan Banjar dengan Kerajaan Pulau Laut. Di Kabupaten Banjar banyak juriat atau keturunan beliau,” ungkapnya.

Film ini perdana diputar di Kotabaru yang diprakarsai pembuatan dan pemutarannya oleh Disdikbud Kotabaru.

“Saat pemutaran perdana itu diundang sebagai juriat Pangeran Jaya Sumitra dan memberikan masukan terhadap karya film dokumenter,” kata Gusti Rendy, saat dikonfirmasi media katajari.com.

Adapun cerita dibalik pembuatan film, Aditya Rakhman menyebutkan syuting dibuat dalam tempo waktu 4 hari.

Keseluruhan proses pembuatan film termasuk editing memakan waktu 3 bulan.

“Ini bagi saya film fiksi, tidak mirip pemain dan tempat hanya mengingatkan sejarah,” katanya.

Dipilihnya Wabup Kotabaru Syairi Mukhlis dan anggota DPRD Kotabaru Gewsima Mega Putra sebagai pemeran utama Pangeran Jaya Sumitra dan Pangeran Abdul Kadir, atensi atas dukungan eksekutif dan legislatif.

Dua tokoh penting Kotabaru itu juga dipilih karena saat ini tidak jaman pemilu, sehingga tidak ada kaitannya dengan politik.

“Kami mengangkat film tokoh Pangeran Jaya Sumitra ini supaya diketahui lebih luas masyarakat, dan tidak hanya warga Kotabaru,” katanya. (kjc)